Takut Naik Pesawat Bisa Jadi Gangguan Mental

  • 07 Mei 2026 21:31 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Rasa cemas saat naik pesawat merupakan hal yang umum dialami sebagian orang. Namun, jika ketakutan tersebut muncul secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas dan membuat seseorang menghindari perjalanan udara, kondisi itu dapat disebut aerophobia atau fear of flying.

Cleveland Clinic⁠ menuliskan bahwa, aerophobia merupakan gangguan kecemasan berupa ketakutan ekstrem terhadap penerbangan. Penderitanya dapat mengalami panik bahkan sebelum keberangkatan, seperti saat memesan tiket, berada di bandara, hingga selama penerbangan berlangsung.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Gejala aerophobia dapat berupa jantung berdebar, sesak napas, mual, gemetar, berkeringat dingin, hingga serangan panik. Dalam beberapa kasus, penderita juga menghindari berita atau film yang berkaitan dengan pesawat karena dapat memicu kecemasan berlebih.

Menurut Medical News Today⁠, ketakutan tersebut sering kali bukan semata takut pesawat jatuh, tetapi berkaitan dengan rasa kehilangan kontrol, turbulensi, ruang sempit, hingga ketakutan terhadap ketinggian atau claustrophobia.

Sementara itu, laman Alodokter⁠ menjelaskan bahwa pengalaman traumatis, berita kecelakaan pesawat, hingga pengaruh lingkungan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami aerophobia. Kondisi ini dapat berdampak pada pekerjaan maupun kehidupan sosial, terutama bagi orang yang sering melakukan perjalanan udara.

Penanganan aerophobia umumnya dilakukan melalui terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT), terapi paparan bertahap, teknik relaksasi, hingga pendampingan psikologis. Para ahli menyebut terapi tersebut membantu penderita mengubah pola pikir negatif terhadap penerbangan dan mengurangi kecemasan secara perlahan.

Sejumlah pengalaman yang dibagikan pengguna di forum komunitas Reddit juga menunjukkan bahwa terapi, latihan pernapasan, dan paparan bertahap terhadap penerbangan membantu sebagian penderita mengurangi rasa takut mereka. Beberapa mengaku awalnya tidak mampu naik pesawat, namun perlahan dapat kembali terbang setelah menjalani terapi dan dukungan psikologis.

Pakar kesehatan mental mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh fobia karena kondisi tersebut nyata dan dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Jika rasa takut mulai menghambat aktivitas sehari-hari, konsultasi dengan tenaga profesional sangat dianjurkan agar penanganan dapat dilakukan lebih dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....