Takut Keluar Rumah Bisa Jadi Agoraphobia

  • 07 Mei 2026 21:42 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Rasa cemas saat berada di tempat ramai atau ruang terbuka memang dapat dialami siapa saja. Namun, jika ketakutan tersebut muncul secara berlebihan hingga membuat seseorang menghindari aktivitas di luar rumah, kondisi itu bisa menjadi tanda agoraphobia.

Agoraphobia merupakan gangguan kecemasan yang membuat penderitanya takut berada di situasi atau tempat yang dianggap sulit untuk melarikan diri atau mendapatkan bantuan ketika panik terjadi.

Penderita agoraphobia biasanya merasa takut berada di keramaian, antrean, transportasi umum, ruang tertutup, hingga tempat terbuka seperti pusat perbelanjaan atau jembatan. Dalam kondisi yang lebih berat, seseorang bahkan bisa merasa tidak aman meninggalkan rumah sendirian.

Menurut Cleveland Clinic.com⁠, agoraphobia termasuk gangguan kesehatan mental yang sering berkaitan dengan serangan panik atau panic attack. Ketika seseorang pernah mengalami kepanikan di suatu tempat, rasa takut akan kejadian serupa dapat membuat mereka menghindari tempat tersebut secara terus-menerus.

Gejala yang muncul dapat berupa jantung berdebar, sesak napas, gemetar, mual, berkeringat dingin, hingga rasa takut kehilangan kendali. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga dapat mengganggu pekerjaan, pendidikan, dan hubungan sosial seseorang.

Mengacu pada informasi dari Mayo Clinic.com⁠, penanganan agoraphobia umumnya dilakukan melalui terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT), obat-obatan tertentu, serta latihan menghadapi rasa takut secara bertahap. Penanganan dini dinilai penting agar kondisi tidak semakin membatasi aktivitas penderita.

Pakar kesehatan mental juga mengingatkan bahwa agoraphobia bukan sekadar rasa takut biasa, melainkan kondisi yang membutuhkan dukungan dan penanganan profesional. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting agar penderita merasa aman selama proses pemulihan.

Masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan apabila rasa takut dan kecemasan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau membuat seseorang menarik diri dari lingkungan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....