Tren Minuman Manis Picu Risiko Diabetes, CIMSA UNEJ Ingatkan Pola Hidup Sehat
- 05 Mei 2026 09:10 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Maraknya konsumsi minuman manis kekinian di kalangan anak muda menjadi perhatian serius praktisi kesehatan. Gaya hidup tinggi gula dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus.
Hal tersebut mengemuka dalam dialog Jaga Malam Ngumpul Pro 2 RRI Jember bersama perwakilan Standing Committee on Public Health (SCOPH) CIMSA Universitas Jember (UNEJ), Kadek Thesya Aurelia Antara, Jumat 1 Mei 2026.
Thesya menegaskan, persepsi bahwa diabetes hanya menyerang kelompok lanjut usia kini sudah tidak relevan. Pola makan tinggi gula sejak usia muda serta gaya hidup minim aktivitas fisik membuat kelompok usia produktif semakin rentan.
“Sekarang banyak anak muda yang sudah masuk kategori pradiabetes bahkan diabetes tipe 2 karena konsumsi gula berlebih dan kurang aktivitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang kerap diabaikan adalah keberadaan hidden sugar atau gula tersembunyi dalam produk minuman kemasan. Tanpa disadari, konsumsi gula harian dapat melampaui batas aman jika tidak dikontrol.
Mengacu pada anjuran Kementerian Kesehatan, batas konsumsi gula maksimal adalah 50 gram atau setara empat sendok makan per hari. Namun, satu botol minuman manis kemasan kerap mengandung gula dalam jumlah tinggi yang mendekati bahkan melebihi setengah batas tersebut.
“Kalau dikonsumsi lebih dari sekali sehari, tentu sangat mudah melampaui batas yang dianjurkan,” kata Thesya.
Selain itu, masyarakat juga diminta lebih waspada terhadap gejala awal diabetes yang sering diabaikan. Gejala tersebut dikenal dengan istilah 3P, yaitu polifagia (mudah lapar), polidipsia (sering haus), dan poliuria (sering buang air kecil, terutama malam hari).
Sebagai langkah pencegahan, CIMSA UNEJ mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat secara bertahap. Mulai dari mengurangi konsumsi gula, memilih opsi minuman rendah gula, hingga meningkatkan aktivitas fisik secara rutin minimal 150 menit per minggu.
Deteksi dini juga dinilai penting, terutama bagi individu dengan riwayat keluarga penderita diabetes. Pemeriksaan gula darah secara berkala dapat membantu mengidentifikasi risiko sejak awal.
“Perubahan kecil seperti mengurangi gula dan rutin bergerak bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang,” ujarnya.
Melalui edukasi ini, CIMSA UNEJ berharap masyarakat, khususnya generasi muda, lebih bijak dalam mengonsumsi makanan dan minuman, serta menjadikan pola hidup sehat sebagai kebiasaan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....