DLH Sanggau Ingatkan SPPG Kurangi Dampak Lingkungan
- 27 Apr 2026 10:52 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Pengelolaan sampah dari kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menjadi tanggung jawab utama setiap penyelenggara layanan di lapangan. Hal ini penting untuk memastikan sampah tidak menumpuk dan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau, Sumardi, menyoroti tanggung jawab setiap unitnya untuk wajib mengelola sampahnya secara mandiri. Ia menyebutkan aturan tersebut telah diatur dalam regulasi yang berlaku.
“Setiap penyelenggara kegiatan wajib mengelola sampah yang dihasilkan secara mandiri sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tidak boleh bergantung sepenuhnya pada layanan pengangkutan dari pemerintah daerah,” ungkap Sumardi dalam program Green Radio, Pro 1 RRI Sanggau, Sabtu 25 April 2026.
Disampaikannya, pengelolaan sampah tersebut mencakup penyediaan tempat penampungan sementara hingga proses pemilahan sampah. Langkah ini menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan yang berkelanjutan.
“Pengelolaan dimulai dari penyediaan tempat penampungan sementara, pemilahan, hingga pengolahan sesuai jenis sampahnya. Ini menjadi kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap unit kegiatan,” jelasnya.
Sumardi mengatakan bahwa sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau bahan lain yang bernilai guna. Sementara sampah anorganik dapat dikelola melalui kerja sama dengan pihak ketiga seperti pengepul.
“Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang atau disalurkan ke pihak pengepul. Dengan cara ini, jumlah sampah yang dibuang dapat dikurangi secara signifikan,” katanya.
Dijelaskajnnya, pengelolaan mandiri juga bertujuan untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir yang saat ini terbatas kapasitasnya. Tanpa upaya tersebut, beban pengelolaan akan semakin berat bagi daerah.
“Jika semua pihak tidak berperan aktif, maka beban tempat pembuangan akhir akan semakin meningkat. Oleh karena itu, pengelolaan mandiri menjadi solusi yang harus diterapkan secara konsisten,” ucapnya.
Sumardi berharap seluruh penyelenggara kegiatan dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan dan meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah. Kepatuhan ini menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....