Kenapa Anak Muda Bisa Meninggal saat Tidur?

  • 26 Apr 2026 21:30 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Orang sering membayangkan kematian karena penyakit jantung itu datang pada usia lanjut, yang rambutnya sudah putih, yang jalannya mulai pelan, yang sudah ketergantungan obat dan lain-lain. Itulah sebabnya ketika ada kabar anak muda meninggal saat tidur, orang langsung kebingungan, merasa kemarin kondisinya sehat, masih bisa olahraga, masih bisa kerja, dan juga masih bisa nongkrong. Nah, justru disitulah letak masalahnya, tidak semua gangguan jantung datang dengan drama nyeri dada hebat atau sesak berat. Ada kondisi tertentu yang bisa mengganggu irama jantung secara diam-diam. Lalu memicu gangguan irama yang sangat berbahaya saat seseorang sedang istirahat atau tidur. Lalu kenapa anak muda bisa meninggal saat tidur? Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :

Salah satu nama yang penting untuk diketahui adalah Brugada Syndrome. Tugas jantung bukan hanya memompa, jantung juga memiliki sistem listrik. Pada Brugada masalah utamanya bukan selalu pada bentuk jantung yang rusak, melainkan pada sistem kelistrikan jantung yang bisa memicu gangguan irama yang sangat berbahaya, terutama di bilik jantung, yaitu bagian yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Nah, kenapa ini sering membuat orang takut? Karena kondisi ini kadang menyerang orang yang tampak sehat, bisa laki-laki muda aktif, tidak kelihatan sakit, bahkan belum pernah didiagnosis punya penyakit jantung. Lalu suatu malam saat tidur atau saat sedang demam atau setelah tubuhnya kelelahan lagi drop ritme maka jantungnya bisa kacau. Gangguan irama berat itu dapat menyebabkan pingsan mendadak, nafas megap-megap saat tidur sampai kematian mendadak.

Jadi kalau misalnya Anda pernah dengar cerita orang muda meninggal dalam tidur memang penyebabnya bisa bermacam-macam dan tidak semua karena brugada. Tapi brugada adalah salah satu kondisi yang penting dibahas karena sering berkaitan dengan pola seperti ini, terutama pada populasi Asia termasuk Asia Tenggara. Yang membuat topik ini relevan adalah karena di Asia Tenggara memang pernah lama dikenal ada cerita kematian mendadak saat tidur pada pria muda yang tampak sehat.

Gurugada sindrome sendiri adalah satu kelainan listrik jantung yang sering berkaitan dengan gangguan pada saluran ion, terutama saluran natrium di sel jantung. Detak jantung yang normal butuh arus listrik yang lewat dengan pola yang rapi. Nah, pada brugada sinyal listrik dalam kondisi tertentu bisa jadi tidak stabil yang mengakibatkan jantung bisa masuk ke ritme yang sangat berbahaya. seperti ventricular fibrillation di mana jantung tidak lagi memompat tapi seperti bergetar kacau tanpa hasil. Nah, lalu kenapa sering terjadi saat tidur? Ini yang membuat orang penasaran, pada beberapa penderita brugada, gangguan irama berat memang lebih mudah muncul saat istirahat atau tidur ketika keseimbangan saraf otonom berubah.

Selain itu, demam juga bisa memperjelas masalah ini. Jadi ada orang yang selama ini tampak baik-baik saja, tapi saat tinggi pola brugada dari EKG maka jadi muncul lebih jelas dan risiko gangguan irama saat ini muncul meningkat. Itu sebabnya pada orang yang dicurigai punya burgada, demam bukan hal yang dianggap enteng. Pada orang tertentu saat demam hanya mengalami pusing, selain itu demam juga bisa menjadi pemicu yang berbahaya. Jadi jangan heran kalau misalnya dokter jantung itu bisa sangat serius hanya soal demam.

Nah, yang perlu diperhatikan bahwa brugada tidak selalu memberi gejala setiap hari. Banyak orang tidak memiliki keluhan apa-apa sampai suatu hari muncul sinyal bahaya. Tanda yang patut dicurigai misalnya pernah pingsan mendadak tanpa penjelasan yang jelas, terutama saat istirahat atau saat demam. Atau pernah terbangun di malam hari dengan rasa megap-megap, jantungnya berdebar aneh, atau kejang yang ternyata bukan masalah sarak murni. Kadang keluarganya cerita waktu tidur nafasnya itu aneh seperti tersedak atau grok-grok lalu malah susah dibangunkan, namun ini bukan berarti semua ngorok itu brugada.

Jika ada kejadian yang tidak biasa apalagi disertai riwayat keluarga, maka itu harus diperiksa. Nah, riwayat keluarga ini penting sekali karena jika ada riwayat anggota keluarga yang meninggal mendadak di usia muda, terutama saat tidur, saat istirahat, atau tanpa sebab jelas, maka itu harus jadi alarm. Apalagi kalau yang meninggal itu laki-laki usia produktif. Sebagian kasus brugada itu memang memiliki latar genetik.

Jadi, kalau misalnya ada riwayat seperti itu, maka jangan diam, jangan tunggu ada korban kedua baru semua orang sibuk cek Kesehatan jantung. Lalu bagaimana cara mendeteksinya? Yang paling dasar adalah EKG, brugada sering dikenali dari pola khas pada rekaman listrik jantung, terutama pada dada bagian kanan. Nah, di sinilah tantangannya. Pola itu kadang tidak selalu muncul terus, brugada tipe 1, tipe 2, tipe 3 kelihatan. Tipe 1 itu lebih jelas dan tidak selalu muncul terus. Jadi seseorang memiliki brugada tapi EKG biasa pada suatu hari tampak belum jelas, maka biasanya dokter kadang perlu mengulang EKG-nya, memeriksa posisi sadu, menilai saat pasiennya itu sedang demam, atau melakukan evaluasi lanjutan bila kecurigaanya kuat.

Apakah pernah pingsan, pernah berdebar tidak wajar? Apakah ada keluarga meninggal mendadak? Apakah pernah ada kejadian waktu demam? Nah, ini semua sangat bantu. Pada kasus tertentu bisa dilakukan evaluasi lanjutan oleh dokter jantung atau konsultan aritmia. Sebagian pasien mungkin perlu pemantauan lebih dalam, tes tambahan, atau diskusi soal terapi pencegahan. Pada pasien yang benar-benar beresiko tinggi, salah satu terapi yang dikenal adalah pemasangan ICD. Nah, ini adalah alat kejut internal yang tugasnya itu seperti petugas keamanan listrik jantung. Kalau irama kacau mematikan itu muncul, alat ini bisa memberi kejut untuk menyelamatkan nyawa. Nah, yang juga penting jangan asal minum obat atau zat tertentu kalau Anda memang dicurigai punya brugada.

Ada beberapa obat yang dapat memperburuk risiko gangguan irama pada kondisi ini. Demam juga harus cepat ditangani, gaya hidup memang tidak selalu menjadi penyebab utama brugada karena ini bukan sekedar penyakit akibat kebanyakan gorengan, tapi menjaga tubuhnya tetap stabil, tidak menunda demam tinggi, dan memeriksa diri bila ada riwayat keluarga itu tetap sangat penting. Kalau memang sudah ketahuan ada berugada dari EKG, maka disarankan istirahat. Tidak semua kematian mendadak pada anak muda bisa dicegah. Tapi sebagian risiko bisa dikenali lebih awal, tidak menyepelekan sinyal tubuh dan riwayat keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....