Hewan Peliharaan Tak Sekadar Teman Bermain

  • 15 Apr 2026 08:28 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan – Memelihara hewan kesayangan kini bukan lagi sekadar tren mengisi waktu luang, melainkan jadi sebuah komitmen kasih sayang mendalam.

Dalam dialog kentongan RRI Tarakan, belum lama ini, terungkap bahwa membawa pulang seekor kucing atau anjing berarti siap memberikan perlindungan layaknya anggota keluarga sendiri. Kehadiran mereka di rumah membawa warna baru, namun juga menuntut pemahaman akan prinsip kesejahteraan hewan yang seringkali terlupakan oleh para pemiliknya.

Dokter Richard dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan menekankan pentingnya lima prinsip kebebasan bagi hewan. Mulai dari bebas rasa lapar hingga bebas mengekspresikan perilaku alami. Hewan yang bahagia bukan hanya yang diberi makan, tetapi yang dipahami karakteristiknya dan diberikan ruang untuk merasa aman di lingkungan manusia.

Tanpa pemahaman ini, keinginan untuk memelihara hanya karena ikut-ikutan atau FOMO justru berisiko menyiksa makhluk hidup tersebut secara perlahan.

Kesehatan hewan adalah cerminan kesehatan pemiliknya, sebuah ikatan yang tak terpisahkan dalam konsep One Health.

Rusmiati dari Dinas Kesehatan Tarakan mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan rumah menjadi kunci utama agar kasih sayang kepada hewan tidak berubah menjadi ancaman penyakit. Baik rabies atau leptospirosis bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh, karena dampaknya sangat fatal bagi manusia. Jadi manajemen perawatan hewan haris dilakukan secara serius.

Meskipun Kota Tarakan masih menyandang status bebas rabies, kewaspadaan tetap menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. Masyarakat diimbau tidak ragu melaporkan kejadian gigitan atau cakaran hewan ke puskesmas terdekat, yang kini telah berfungsi sebagai Rabies Center.

Langkah kecil seperti mencuci luka dengan air mengalir dan sabun selama lima belas menit merupakan tindakan heroik pertama dapat menyelamatkan nyawa sebelum mendapatkan penanganan medis.

Dalam dialog, terungkap pula bahwa hewan memiliki perasaan dan insting yang harus dihormati oleh para pemiliknya. Sinar matahari pagi dan interaksi emosional yang tulus, seperti elusan lembut, ternyata memiliki pengaruh besar terhadap keseimbangan hormonal dan kesehatan mental hewan.

Mengurung secara terus-menerus di dalam kandang tanpa interaksi hanya akan memicu stres yang berujung pada penurunan imunitas dan perubahan perilaku agresif. Tanggung jawab seorang pemilik juga mencakup pemenuhan nutrisi yang tepat sesuai dengan tahapan usia sang hewan peliharaan.

Perbedaan pakan antara junior dan dewasa bukan sekadar urusan label, melainkan kebutuhan protein yang berbeda untuk mendukung pertumbuhan organ dan bulu mereka. Dengan memberikan asupan yang benar, pemilik sebenarnya sedang berinvestasi pada keceriaan hewan yang nantinya akan terpancar melalui mata jernih dan gerakan lincah.

Sebagai penutup, pesan hangat disampaikan kepada seluruh masyarakat Tarakan agar selalu menjadi pemilik hewan yang bertanggung jawab dan penuh empati. Memelihara hewan adalah perjalanan tentang belajar mencintai makhluk lain dengan tulus. Jika dilakukan dengan benar, akan menciptakan harmoni kesehatan antara manusia, hewan, dan lingkungan. Mari jaga teman setia kita, karena saat mereka sehat, keluarga di rumah pun akan turut merasakan kebahagiaan dan keamanan yang sama. (ADR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....