Miris, Anak SD di Tarakan Alami Gangguan Jiwa akibat Kecanduan Lem
- 31 Mar 2026 16:10 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN – Kasus penyalahgunaan zat inhalan atau "ngelem" di Kota Tarakan dilaporkan mulai menyasar anak-anak di bawah umur dengan dampak yang sangat mengkhawatirkan. Rahma Fitra mengungkapkan adanya temuan kasus seorang anak kelas 1 SD yang didiagnosis mengalami gangguan jiwa organis. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan saraf otak yang parah setelah terpapar uap zat kimia dari lem dalam jangka waktu yang cukup lama dan intens.
Hal yang paling menyedihkan dari kasus ini adalah kurangnya edukasi dan kesadaran dari pihak keluarga. Orang tua anak tersebut awalnya menganggap aktivitas menghirup lem di dalam kantong plastik hanyalah sebuah permainan anak-anak biasa. Ketidaktahuan ini membuat praktik berbahaya tersebut dibiarkan berlangsung setiap hari sepulang sekolah, hingga akhirnya sang anak mulai menunjukkan gejala halusinasi dan perubahan perilaku yang drastis.
"Aktivitas mengisap lem itu sudah dilakukan si anak rupanya dari kelas 1 atau kelas 2 SD, orang tuanya menganggap itu adalah mainan anak-anak," ungkap Rahma Fitra prihatin.
Rahma menjelaskan bahwa zat inhalan seperti lem memiliki daya rusak yang sangat cepat pada area otak tertentu, terutama pada anak-anak yang sarafnya masih dalam masa pertumbuhan. Dampaknya tidak kalah berbahaya dari narkoba jenis sabu atau ganja, karena dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan kerusakan mental permanen. Kesadaran masyarakat mengenai bahaya barang-barang rumah tangga yang sering disalahgunakan ini masih tergolong rendah.
"Daya rusak daripada lem ini juga cukup cepat, sama bahayanya karena merusak area-area otak tertentu," jelas Rahma mengenai bahaya inhalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....