Integrasi CKG dan BPJS Tingkatkan Kesehatan Siswa di Samarinda
- 30 Mar 2026 11:36 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Sempaja, Kota Samarinda, tidak hanya menekankan pemeriksaan kesehatan siswa, tetapi juga memastikan pemantauan fasilitas pendukung dan tindak lanjut medis menggunakan BPJS.
Hal itu disampaikan Wakil Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Sempaja, Yunita Ainur Rizkiah, kepada RRI dikutip Senin 30 Maret 2026. “Kami pastikan semua siswa yang diperiksa memiliki fasilitas kesehatan di Puskesmas Sempaja. Jadi ketika hasil pemeriksaan menunjukkan perlu penanganan lebih lanjut, mereka akan diarahkan ke sana,” ujarnya.
Ia menambahkan, CKG ini menyasar seluruh lapisan usia sekolah, mulai dari SD hingga SMA. “BPJS siswa yang dari luar daerah diproses untuk pindah ke Puskesmas Sempaja agar bisa mendapatkan layanan secara optimal,” kata dia. Ia juga menegaskan, siswa dari kelompok masyarakat desil 1 dan 2 menggunakan BPJS PBI yang tidak berbayar.
Program CKG ini menunjukkan integrasi pemeriksaan kesehatan, pemantauan fasilitas, dan layanan BPJS, sehingga siswa tidak hanya mendapat deteksi dini penyakit, tetapi juga akses lanjutan yang aman dan gratis. “Semua upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan mendukung proses belajar siswa lebih optimal,” kata Yunita.
Sementara itu, penanggung jawab kesehatan anak usia sekolah dan remaja di Puskesmas Sempaja Silvidiana, menyoroti pentingnya evaluasi kondisi lingkungan sekolah. “Selain CKG, kami juga meninjau kondisi bangku, kursi, dan lingkungan PHBS. Kami memberi saran perbaikan, namun ranah implementasinya kembali ke Kementerian Sosial,” ucapnya.
Silvi menambahkan, mekanisme pelayanan untuk siswa yang menggunakan BPJS luar kota. “Mereka memiliki hak tiga kali berobat di Puskesmas Sempaja. Jika sudah lulus atau pindah domisili, BPJS bisa dialihkan kembali ke tempat asal,” katanya.
Selain itu, sekolah juga menyertakan kegiatan tambahan selama CKG, seperti pemberian vitamin gigi dan penyuluhan kesehatan. “Kami turun ke sekolah bersama tim lain untuk memastikan anak-anak tidak hanya diperiksa, tetapi juga mendapat edukasi dan stimulasi kesehatan yang menyeluruh,” ujar Silvi.
Dalam pemantauan lingkungan sekolah, Silvi menilai sekitar 50 persen sekolah di wilayah Puskesmas Sempaja sudah mendukung PHBS. “Sekolah Rakyat 58 kondisinya cukup baik. Namun beberapa sekolah lain masih perlu edukasi dan pembenahan berkala,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....