Puasa Menjadi Terapi Medis Efektif Bagi Penderita Penyakit
- 02 Mar 2026 07:08 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Ibadah puasa terbukti secara medis menjadi metode pengobatan atau treatment efektif bagi penderita maag, hipertensi, hingga diabetes. Hal ini terungkap dalam Obrolan Kesehatan Program Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende, Jumat, 20 Februari 2026, dengan topik tips medis agar sehat dan bugar selama puasa.
Narasumber dr. Muhamad Ibrahim Sengaji, MARS, menjelaskan bahwa penderita maag justru sering membaik saat berpuasa karena koneksi saraf otak dan lambung lebih tenang. Syarat utamanya adalah pasien wajib menghindari konsumsi makanan pedas, bersantan, kopi, serta gorengan saat waktu sahur maupun berbuka.
| Baca juga: Protokol Isolasi Mandiri Pasien TBC di Rumah |
Bagi penderita diabetes, kunci aman berpuasa terletak pada kedisiplinan tidak melewatkan waktu sahur agar kadar energi tetap terjaga. Pasien harus segera membatalkan puasa jika gula darah turun di bawah 70 mg/dL demi menghindari kondisi lemas yang membahayakan.
Penderita hipertensi juga sangat dianjurkan berpuasa karena dapat membantu mengontrol tekanan darah melalui pengurangan asupan garam secara alami. Meski demikian, pasien tetap diwajibkan mengonsumsi obat tekanan darah secara teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh dokter.
| Baca juga: Diagnosis Awal Kunci Tangani Tumor Payudara |
Dokter yang akrab disapa dr. Baim ini menekankan bahwa puasa kini menjadi tren pengobatan global karena mampu meredam stres. Ketenangan psikis selama berpuasa berdampak langsung pada kestabilan fisik, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit degeneratif.
Masyarakat diimbau tidak menjadikan penyakit sebagai penghalang ibadah selama memahami batasan medis dan tetap mengontrol pola makan. Selain menjaga asupan nutrisi, kontrol diri terhadap emosi menjadi bagian krusial dalam menjaga kualitas kesehatan selama Ramadan.
Melalui edukasi ini, warga Ende diharapkan dapat menjalani puasa tahun 2026 dengan lebih optimis untuk mendapatkan manfaat kesehatan maksimal. Momentum ini diharapkan menjadi sarana penyembuhan fisik sekaligus pembersihan jiwa melalui penerapan pola hidup yang lebih teratur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....