Luka Memar Tiba-Tiba: Waspadai Tanda Penyakit Serius
- 26 Feb 2026 06:04 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Luka memar atau lebam pada kulit seringkali identik dengan benturan atau cedera. Namun, belakangan ini, fenomena munculnya memar secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas menjadi perhatian medis. Kondisi ini tidak hanya membingungkan masyarakat, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius.
Menurut laman resmi polri.go.id luka memar yang muncul tanpa benturan bisa menjadi indikasi adanya kelainan pembuluh darah, gangguan pembekuan darah seperti hemofilia, trombositopenia, leukemia, hingga komplikasi akibat diabetes. Secara medis, kondisi ini terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil, yang dikenal dengan istilah purpura simplex.
Penyebab Munculnya Memar Tiba-Tiba
Memar yang muncul tiba-tiba dapat dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah gangguan pada trombosit, yaitu keping darah yang berfungsi untuk membantu pembekuan darah. Jika trombosit terganggu atau jumlahnya rendah, risiko munculnya memar tanpa sebab meningkat.
Selain trombosit, ada beberapa penyebab lain yang harus diwaspadai:
- Kelainan Pembuluh Darah
Beberapa orang memiliki pembuluh darah yang lebih tipis atau rapuh. Cedera ringan atau tekanan pada tubuh bisa menyebabkan pecahnya kapiler, yang kemudian menimbulkan memar. Pada kasus tertentu, memar dapat muncul meski tidak ada benturan sama sekali. - Kelainan Darah
Penyakit genetik seperti hemofilia atau penyakit Von Willebrand memengaruhi kemampuan darah untuk membeku secara normal. Pendarahan yang sulit berhenti bisa terperangkap di bawah kulit, sehingga muncul memar tiba-tiba. - Kekurangan Vitamin dan Mineral
Nutrisi tertentu sangat penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan fungsi trombosit. Kekurangan vitamin C, K, atau zat besi dapat memicu memar tanpa sebab yang jelas. - Diabetes
Pada pengidap diabetes, luka atau memar bisa lebih lama sembuh. Meski tidak secara langsung menyebabkan memar, kondisi ini membuat lebam tampak lebih menonjol dan bertahan lebih lama. - Obat-obatan Tertentu
Beberapa jenis obat, terutama pengencer darah, bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk membeku. Akibatnya, memar bisa muncul lebih mudah. - Gangguan Fungsi Organ
Hati memproduksi protein yang berperan dalam pembekuan darah, sementara ginjal membantu fungsi trombosit. Jika kedua organ ini bermasalah, risiko memar spontan meningkat.
Dalam dunia medis, memar memiliki beberapa istilah: hematoma adalah penumpukan darah abnormal di luar pembuluh darah, sementara ekimosis merujuk pada perdarahan di kulit akibat pecahnya pembuluh darah. Purpura simplex, seperti dijelaskan sebelumnya, adalah memar yang muncul tiba-tiba tanpa benturan, biasanya di paha, lengan, atau pantat.
Meski memar akibat benturan atau cedera bisa sembuh sendiri, munculnya memar tanpa sebab patut diwaspadai. Terlebih, kondisi ini bisa menjadi gejala penyakit serius seperti kanker darah, yang menekan produksi trombosit sehingga darah lebih mudah membeku atau justru sulit membeku.
Mitigasi dan Pemeriksaan
Masyarakat diimbau untuk tidak mengaitkan memar spontan dengan mitos atau kepercayaan tradisional, seperti “jilatan jin.” Hal ini sering kali menyesatkan dan menunda penanganan medis yang tepat.
Jika seseorang menemukan memar yang muncul tanpa sebab, terutama jika disertai gejala lain seperti mimisan, gusi berdarah, atau memar yang tidak kunjung hilang, langkah yang dianjurkan adalah segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan darah lengkap dapat dilakukan untuk mengecek jumlah trombosit, fungsi pembekuan darah, dan kemungkinan adanya penyakit kronis atau genetik.
Munculnya luka memar tanpa sebab bukan sekadar fenomena estetika atau kebetulan. Kondisi ini bisa menjadi alarm bagi tubuh terkait adanya gangguan trombosit, kelainan darah, diabetes, gangguan organ, atau penyakit serius lainnya. Waspada dan melakukan pemeriksaan medis adalah langkah terbaik untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....