Iklan AI Palsu di Facebook dan LinkedIn, Waspadai Modus Penyebaran Malware

  • 30 Jun 2026 09:53 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Popularitas teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksi penipuan. Salah satu modus yang kini marak ditemukan adalah penyebaran malware melalui iklan AI palsu di platform media sosial seperti Facebook dan LinkedIn.

Iklan tersebut umumnya menawarkan layanan AI premium secara gratis atau mengklaim menyediakan aplikasi pembuat gambar, video, maupun chatbot berbasis AI. Korban kemudian diarahkan untuk mengunduh aplikasi dari situs yang bukan merupakan layanan resmi.

Dilansir dari laporan penelitian perusahaan keamanan siber Bitdefender pada Mei 2025, pelaku memanfaatkan iklan di media sosial untuk menyebarkan malware dengan menyamar sebagai layanan AI populer. Kampanye ini diketahui telah menjangkau jutaan pengguna di berbagai negara.

Setelah korban mengklik iklan dan mengunduh aplikasi palsu, malware dapat terinstal secara diam-diam pada perangkat. Malware tersebut berpotensi mencuri nama pengguna, kata sandi, cookie browser, token sesi login, hingga berbagai data pribadi yang tersimpan di komputer.

Para peneliti menjelaskan bahwa pelaku sengaja memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap teknologi AI. Nama dan tampilan layanan AI yang populer digunakan untuk membangun kepercayaan sehingga korban lebih mudah mengikuti instruksi yang diberikan.

Untuk menghindari risiko tersebut, masyarakat disarankan hanya mengunduh aplikasi AI dari situs resmi pengembang atau toko aplikasi terpercaya. Hindari mengklik iklan yang menawarkan layanan premium secara gratis atau promosi yang terdengar terlalu menggiurkan.

Pengguna juga dianjurkan memeriksa alamat situs (URL) sebelum mengunduh aplikasi, mengaktifkan autentikasi dua langkah pada akun penting, serta menggunakan antivirus yang selalu diperbarui agar mampu mendeteksi ancaman terbaru.

Selain itu, selalu lakukan pembaruan sistem operasi dan aplikasi secara berkala karena pembaruan keamanan dapat membantu menutup celah yang berpotensi dimanfaatkan oleh malware.

Dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap iklan digital dan hanya menggunakan layanan AI dari sumber resmi, masyarakat dapat mengurangi risiko menjadi korban malware maupun pencurian data pribadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....