Sejarah Keberadaan Bridesmaid di Pernikahan
- 31 Mar 2026 19:59 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Tradisi bridesmaid atau pengiring pengantin wanita memiliki sejarah panjang yang berakar dari kepercayaan kuno di berbagai peradaban.
Pada masa Romawi Kuno, bridesmaid dipilih untuk mengenakan pakaian yang mirip dengan pengantin. Hal ini bukan sekadar estetika, melainkan dipercaya dapat melindungi pengantin dari roh jahat atau orang yang berniat buruk dengan cara “membingungkan” mereka. Kehadiran para pengiring ini dianggap sebagai bentuk perlindungan sekaligus dukungan moral bagi pengantin wanita.
Memasuki era Era Victoria di Inggris, peran bridesmaid mulai mengalami perubahan. Tradisi ini berkembang menjadi lebih formal dan terstruktur, bridesmaid biasanya berasal dari keluarga atau sahabat dekat pengantin. Mereka bertugas membantu berbagai persiapan pernikahan, mulai dari mengatur gaun hingga memastikan acara berjalan lancar. Pada masa ini pula, konsep gaun bridesmaid yang serasi mulai populer sebagai bagian dari estetika pernikahan.
Di era modern, tradisi bridesmaid telah menjadi bagian penting dari pernikahan di banyak negara, termasuk di Indonesia. Selain membantu secara teknis, bridesmaid juga memiliki peran emosional sebagai pendamping pengantin di hari istimewa.
Meski maknanya telah bergeser dari perlindungan spiritual menjadi simbol persahabatan dan dukungan, keberadaan bridesmaid tetap menjadi elemen yang memperkaya nilai kebersamaan dalam sebuah perayaan pernikahan. (RV)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....