Alasan Cincin Nikah Dipakai di Jari Manis

  • 31 Mar 2026 19:57 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Tradisi menyematkan cincin pernikahan di jari manis telah berlangsung selama berabad-abad dan menjadi simbol cinta serta komitmen di berbagai budaya.

Salah satu alasan paling populer berasal dari kepercayaan kuno bangsa Mesir dan kemudian diadopsi oleh masyarakat Romawi. Mereka meyakini adanya pembuluh darah khusus yang disebut vena amoris atau “urat cinta” yang menghubungkan langsung jari manis dengan jantung. Meski secara ilmiah hal ini tidak terbukti, kepercayaan tersebut tetap hidup sebagai simbol romantis hingga kini.

Dalam perkembangannya, tradisi ini semakin mengakar di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Di banyak negara Barat, cincin pernikahan umumnya dikenakan di jari manis tangan kiri. Sementara di beberapa budaya lain, seperti di sebagian negara Eropa Timur, cincin justru dipakai di tangan kanan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa makna simbolik cincin lebih penting dibandingkan aturan posisi yang baku.

Selain alasan historis, jari manis juga dipilih karena secara praktis dianggap lebih jarang digunakan dibandingkan jari lainnya, sehingga cincin lebih aman dan tidak mudah rusak. Hingga saat ini, cincin pernikahan tetap menjadi lambang ikatan suci antara dua individu.

Tradisi tersebut terus bertahan, tidak hanya karena sejarahnya yang panjang, tetapi juga karena makna emosional mendalam bagi pasangan di seluruh dunia. (RV)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....