Jadi Primadona, Pakar Ungkap Strategi Investasi Aman Emas

  • 09 Feb 2026 13:51 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN – Meroketnya harga emas menjadikan logam mulia ini kembali sebagai primadona di kalangan masyarakat. Di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu, emas dinilai sebagai instrumen investasi yang paling aman.

Hal ini disampaikan Direktur Politeknik Bisnis Kaltara, Dr. Ana Sriekaningsih, S.E., S.Th., M.M., dalam dialog interaktif Beranda Asta Cita di RRI Tarakan, belum lama ini.

Ia menyebut emas memiliki nilai psikologis dan ekonomi yang kuat bagi investor. “Kalau emas itu selain likuid, juga memberikan rasa aman. Secara psikologis kita puas karena punya aset yang nyata dan bernilai,” ungkapnya.

Menurut Dr. Ana, banyak masyarakat ragu membeli emas karena harga sedang tinggi. Namun, menunggu harga turun drastis dinilai tidak realistis karena penurunan harga emas biasanya sangat kecil dibandingkan kenaikannya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu kesalahan umum masyarakat adalah hanya menjadi pengamat, bukan investor. Padahal, investasi emas bisa dimulai dari jumlah kecil seperti 5 gram atau 10 gram dengan sistem cicilan.

“Dengan sistem cicil atau DCA, masyarakat bisa berinvestasi tanpa harus membeli di harga puncak secara sekaligus,” bebernya.

Dr. Ana juga membandingkan investasi emas fisik dan digital. Menurutnya, emas fisik masih memberikan kepuasan lebih karena bisa digadaikan dan dijual di berbagai tempat.

Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan perhiasan sebagai tujuan utama investasi karena adanya penyusutan nilai akibat biaya pembuatan dan pemakaian sehari-hari.

“Kalau investasi, pilih emas batangan. Perhiasan itu cocoknya untuk dipakai, bukan untuk menyimpan nilai,” tegasnya. (Ren/sti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....