Randuagung Jadi Prioritas Percepatan Penurunan Stunting

  • 07 Jul 2026 21:16 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Luamajang - Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lumajang terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Kecamatan Randuagung menjadi salah satu wilayah prioritas berdasarkan hasil pemetaan yang menunjukkan prevalensi stunting masih relatif tinggi serta tingkat kehadiran balita di Posyandu yang perlu terus ditingkatkan.

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mengatakan kondisi tersebut menjadi dasar untuk memperkuat pendampingan dan intervensi secara lebih terarah agar setiap keluarga berisiko memperoleh layanan dan edukasi yang optimal.

"Data ini bukan untuk membuat kita pesimis. Justru menjadi alarm sekaligus motivasi agar kita bekerja lebih keras. Wilayah yang angka stuntingnya masih tinggi harus menjadi prioritas pendampingan, edukasi, dan intervensi secara bersama-sama," ujarnya saat membuka Kampanye Gerakan Cegah Stunting di Balai Desa Gedangmas, Kecamatan Randuagung, Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Lumajang tercatat sebesar 23,4 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 19,8 persen. Menurut Dewi Natalia, data tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat langkah percepatan penurunan stunting melalui kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.

Ia menegaskan bahwa tantangan stunting tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan semata. Dibutuhkan kolaborasi yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, TP PKK, tenaga kesehatan, kader Posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat.

"Kalau masyarakat belum datang ke Posyandu, berarti kita yang harus lebih aktif mendatangi mereka. Jangan menunggu, tetapi jemput bola. Semua harus hadir memberikan pendampingan kepada ibu hamil, balita, dan keluarga yang berisiko," katanya.

Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kunci keberhasilan dalam mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Lumajang. Melalui kolaborasi yang semakin kuat, setiap pihak diharapkan mampu mengambil peran sesuai kapasitasnya untuk memastikan pelayanan kesehatan ibu dan anak menjangkau seluruh masyarakat.

"Stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan atau Puskesmas. Ini adalah tanggung jawab bersama. Ketika seluruh elemen bergerak dengan semangat gotong royong, saya optimistis angka stunting di Lumajang akan terus menurun dan semakin banyak anak yang tumbuh sehat, cerdas, serta siap menjadi generasi unggul," tegasnya.

Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan pendampingan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lumajang optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan semakin efektif, sekaligus mewujudkan generasi masa depan yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing. (Kominfo-lmj/Ard)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....