Tiga Video Klip Arca Tatasawara Tampilkan Kekayaan Budaya Indonesia
- 23 Jun 2026 17:43 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Grup musik world music asal Malang, Arca Tatasawara, resmi merilis tiga video klip terbaru untuk lagu berjudul "Pertanian", "Jegeg Sajan", dan "Javarabian" pada 16 Juni 2026. Peluncuran tersebut menandai berakhirnya proses produksi yang telah berlangsung selama tiga tahun sekaligus menjadi momentum memperingati 1 Muharam melalui lagu "Javarabian" dan Hari Krida Pertanian melalui lagu "Pertanian".
Ketiga video klip tersebut menghadirkan perpaduan unsur musik, budaya, sejarah, dan keindahan alam Nusantara yang menjadi ciri khas Arca Tatasawara. Dalam proses penggarapannya, grup ini turut melibatkan musisi tambahan, yakni Wahyu pada kendang dan gamelan serta Ayub pada biola.

Personel Arca Tatasawara saat ini terdiri atas Agus Wayan yang memainkan Penting Karangasem Bali dan Sape Kalimantan, Nova sebagai vokalis dan gitar akustik, Koko pada gitar elektrik dan backing vocal, Fisal pada suling dan saksofon, Mohammad pada bass, serta Aditya pada drum.
Video klip lagu "Pertanian" menampilkan kuatnya identitas agraris Pulau Jawa. Tema tersebut terinspirasi dari Prasasti Canggal tahun 732 Masehi yang menyebut Dwipajawa sebagai pulau yang kaya akan hasil pertanian, khususnya padi-padian. Pengambilan gambar dilakukan di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Sementara itu, video klip "Jegeg Sajan" mengangkat simbol kecantikan perempuan Bali. Lagu tersebut terinspirasi dari kecantikan Dewi Saraswati sebagai sakti Dewa Brahma serta sosok Ken Dedes yang dalam Kitab Pararaton digambarkan sebagai perempuan dengan pesona luar biasa. Proses videografi dilakukan di Museum Empu Purwa, Kota Malang, melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Kostum yang digunakan merupakan karya desainer Dinar Weddover yang terinspirasi dari motif relief Candi Kidal.
Adapun lagu "Javarabian" merupakan gabungan kata "Jawa" dan "Arabia" yang menggambarkan pertemuan budaya Jawa dengan pengaruh Islam yang masuk ke Nusantara sejak abad ke-11 Masehi. Video klip ini melibatkan pertunjukan tari sufi dari komunitas Gubuk Sufi di Jabung, Kabupaten Malang, sebagai representasi akulturasi budaya yang berkembang di Indonesia.
Pencipta lagu "Jegeg Sajan" dan "Javarabian", Agus Wayan atau yang akrab disapa Aak, mengatakan peluncuran tiga video klip tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para penggemar yang terus mendukung perjalanan Arca Tatasawara.
"Peluncuran video klip ini sebagai dedikasi kami untuk fans yang terus membersamai langkah Arca Tatasawara dari awal hingga hari ini," ujar Aak dalam rilis resminya untuk RRI Malang.

Sementara itu, Nova selaku pencipta lagu "Pertanian" menyampaikan apresiasi kepada Ravy Dirga, mahasiswa Institut Asia, yang menjadikan Arca Tatasawara sebagai objek tugas akhir skripsinya.
Setelah peluncuran video klip ini, Arca Tatasawara dijadwalkan tampil dalam sejumlah pertunjukan, yakni pada 12 Juli 2026 di Surabaya, 2 Agustus 2026 di Malang, dan 26 Agustus 2026 di Ubud, Bali.
Ke depan, Arca Tatasawara juga berencana melanjutkan produksi video klip untuk sejumlah karya lainnya, di antaranya "Singgah", "Reng Medura", "Garudeya", "Nusantara", dan "Malang".
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....