UMKM Ramaikan Pembukaan Turnamen Bupati Ende Cup 2026
- 07 Jul 2026 17:12 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Turnamen sepak bola Bupati Ende Cup (BEC) 2026 resmi dimulai pada Senin 6 Juli 2026 di Kabupaten Ende. Sejak laga perdana digelar, panitia langsung melibatkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan di area stadion.
Ketua Panitia BEC 2026, Kana S. Here Wila, mengatakan sedikitnya 50 pedagang asongan mendapat ruang berjualan di dalam stadion selama turnamen berlangsung. Sementara jumlah pedagang yang beraktivitas di luar stadion belum dirinci oleh panitia.
“Pedagang asongan yang dilibatkan di dalam stadion ada 50 pedagang, sedangkan di luar stadion itu kita belum bisa rincikan,” kata Kana kepada media, Senin 6 Juli 2026. Menurut dia, keterlibatan pedagang menjadi bagian dari penyelenggaraan turnamen sejak hari pertama pertandingan.
| Baca juga: Manggarai Timur Lindungi UMKM lewat Ritel |
Kana menegaskan seluruh pedagang yang berjualan di arena BEC 2026 tidak dipungut biaya oleh panitia. Sebagai gantinya, para pelaku usaha diminta ikut membantu menjaga kebersihan stadion dan menyiapkan area pertandingan.
“Mereka hanya diminta untuk membantu panitia membersihkan sampah dan mempersiapkan stadion,” ujarnya. Skema itu, menurut panitia, dilakukan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa membebani pedagang kecil dengan biaya tambahan.
Ia menjelaskan Bupati Ende Cup 2026 tidak hanya dirancang sebagai hiburan olahraga bagi masyarakat. Turnamen ini juga diarahkan menjadi ruang perputaran ekonomi lokal dengan memberi kesempatan kepada UMKM menjangkau penonton dan suporter yang datang ke stadion.
Panitia berharap momentum pertandingan antarkecamatan itu dapat dimanfaatkan pedagang untuk menambah penghasilan keluarga. Kehadiran ribuan penonton selama turnamen dinilai berpotensi mendongkrak penjualan makanan, minuman, dan kebutuhan lain di sekitar arena.
Salah satu pedagang, Ariyati Pati dari Kelurahan Rewarangga Selatan, mengaku turnamen sepak bola seperti BEC sangat membantu ekonomi keluarganya. Ia sudah berjualan di lokasi kegiatan olahraga sejak 2010 dan merasakan dampak langsung ketika stadion ramai pengunjung.
“Turnamen antar kecamatan ini sangat membantu kami, kalau ramai itu biasanya pemasukan sampai satu juta rupiah,” ujar Ariyati. Ia berharap agenda olahraga berskala daerah terus digelar secara rutin agar pedagang kecil tetap memiliki ruang usaha.
| Baca juga: 200 UMKM Perempuan Ramaikan Bazar IWAPI |
Menurut Ariyati, kehadiran turnamen bukan hanya memberi hiburan bagi warga, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk bertahan. Ia menilai setiap pertandingan selalu menghadirkan pembeli, terutama saat tim-tim favorit bertanding dan penonton memadati stadion.
Turnamen Bupati Ende Cup 2026 sendiri diikuti 21 tim yang mewakili masing-masing kecamatan di Kabupaten Ende. Kompetisi ini diproyeksikan menjadi salah satu agenda olahraga daerah yang tidak hanya mempertemukan antartim, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pertandingan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....