Seniman Tatto Maumere Buka Peluang Ekonomi Kreatif

  • 25 Mei 2026 12:13 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Komunitas Seniman Tato Maumere mengembangkan bisnis sablon kaos berbasis desain lokal untuk membuka peluang ekonomi kreatif bagi anak muda di Kabupaten Sikka.
  • Ketua Komunitas Seniman Tato Maumere, Dodi Parera mengatakan, ide bisnis tersebut lahir dari aktivitas komunitas yang selama ini bergerak di bidang seni visual dan tato.
  • Komunitas tersebut fokus pada pembuatan desain dan promosi digital, sementara proses produksi dilakukan melalui sablon manual oleh anggota komunitas yang memiliki keahlian khusus.

RRI.CO.ID, Sikka – Komunitas Seniman Tato Maumere mengembangkan bisnis sablon kaos berbasis desain lokal untuk membuka peluang ekonomi kreatif bagi anak muda di Kabupaten Sikka. Kreativitas yang sebelumnya identik dengan seni tato kini diperluas menjadi produk fesyen yang memiliki nilai jual dan identitas daerah.

Ketua Komunitas Seniman Tato Maumere, Dodi Parera mengatakan, ide bisnis tersebut lahir dari aktivitas komunitas yang selama ini bergerak di bidang seni visual dan tato. Kemampuan membuat ilustrasi dan karakter kemudian dikembangkan menjadi desain kaos yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

Menurutnya, bisnis kreatif tersebut juga menjadi solusi bagi seniman lokal agar tetap berkarya di tengah persaingan industri digital. “Kaos bukan sekadar pakaian, tetapi media untuk memperkenalkan identitas lokal dan karya seni kepada masyarakat luas,” kata Dodi dalam program Komunitas Bicara RRI Ende, Sabtu, 24 Mei 2026.

Komunitas tersebut fokus pada pembuatan desain dan promosi digital, sementara proses produksi dilakukan melalui sablon manual oleh anggota komunitas yang memiliki keahlian khusus. Sistem pre-order diterapkan agar kualitas produk tetap terjaga sekaligus menghindari produksi berlebih.

Promosi dilakukan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok dengan memanfaatkan mockup digital untuk memperlihatkan hasil desain sebelum dicetak. Strategi itu dinilai efektif menjangkau pasar anak muda yang lebih aktif di platform digital.

Dodi menilai desain sederhana dengan narasi budaya lokal lebih mudah diterima konsumen dibanding desain yang terlalu rumit. Selain menjaga identitas produk, pendekatan tersebut juga memperkuat nilai eksklusivitas karena jumlah cetakan dibatasi.

Ke depan, komunitas berencana mengembangkan produk lain seperti sandal hingga kolaborasi dengan berbagai merek lokal. Langkah itu diharapkan dapat memperluas lapangan usaha kreatif sekaligus memperkuat ekonomi komunitas di Maumere.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....