Ikan Asap Blimbingsari Jadi Kuliner Favorit Wisatawan
- 08 Mei 2026 20:57 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pantai Blimbingsari tidak hanya dikenal dengan panorama pesisirnya, tetapi juga menjadi sentra kuliner ikan asap khas Banyuwangi. Kuliner berbahan ikan segar hasil tangkapan nelayan itu kini menjadi buruan wisatawan lokal hingga luar daerah.
Salah satu penjual legendaris di kawasan tersebut adalah Mastia yang telah berjualan sejak 1977. Selama hampir lima dekade, ia mempertahankan cita rasa tradisional ikan asap khas Blimbingsari.
Berbagai jenis ikan dijual, mulai ekor merah, banyar, slengseng, hingga kerapu. Proses pengolahannya pun masih menggunakan resep turun-temurun khas warga pesisir Blimbingsari.
“Ikan dibakar terlebih dahulu, lalu diberi bumbu dan dibakar lagi supaya bumbunya meresap,” ujar Mastia, Jum'at 8 Mei 2026.
Ia mengatakan racikan bumbu khas tersebut menggunakan bahan alami seperti asem, bawang merah, bawang putih, laos, kemiri, kencur, gula merah, gula putih, serta cabai.
Cita rasa khas itu membuat pelanggan datang dari berbagai daerah, seperti Blitar, Yogyakarta, hingga Sumatera. Bahkan, pemesanan dilakukan melalui telepon dan WhatsApp untuk dikirim menggunakan kereta maupun bus antarkota.
“Kalau kirim luar kota bisa sampai 150 tusuk sekali pesan,” kata Mastia.
Selain rasanya khas, harga ikan asap dan ikan bakar di kawasan tersebut juga relatif terjangkau. Ikan bakar dijual mulai Rp15 ribu hingga Rp25 ribu, sedangkan pepes ikan sekitar Rp5 ribu per bungkus.
Pedagang lainnya, Ulin, menyebut terdapat sekitar 15 UMKM ikan bakar di Dusun Krajan, Desa Blimbingsari. Menurutnya, wisata pantai turut membantu meningkatkan penjualan pelaku usaha lokal.
“Wisatawan biasanya mampir beli ikan bakar setelah dari pantai. Kalau sudah pernah coba, biasanya balik lagi,” ujar Ulin.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menilai kuliner pesisir menjadi salah satu kekuatan sektor pariwisata daerah karena menghadirkan pengalaman autentik bagi wisatawan. Wisata kuliner berbasis produk lokal perlu terus dipromosikan karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat identitas wisata Banyuwangi.
“Kuliner khas seperti ini menjadi daya tarik wisata Banyuwangi. Wisatawan tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga pengalaman kuliner yang khas dan berkesan,” kata Ipuk saat program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Kamis, 7 Mei 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....