Keripik Hidup Gerakkan Ekonomi Petani Nagekeo

  • 11 Feb 2026 19:19 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo – UMKM Pondok Mado menghadirkan produk unggulan bertajuk “Keripik Hidup” sebagai langkah nyata menggerakkan ekonomi lokal berbasis komoditas pertanian di Kabupaten Nagekeo.

Produk tersebut digagas oleh Yolenta dan diceritakan dalam program UMKM Bicara RRI, Senin, 9 Februari 2026. Ia menjelaskan usaha ini lahir dari keprihatinannya terhadap harga ubi talas dan ubi kayu atau singkong yang kerap anjlok saat panen raya.

“Kalau harga jatuh, petani rugi. Saya berpikir harus ada cara supaya hasil panen tetap punya nilai,” kata Yolenta.

Dari situ, ia mendirikan Pondok Mado sebagai rumah produksi olahan pangan lokal. Nama “Keripik Hidup” dipilih bukan sekadar merek, tetapi sebagai doa dan misi sosial agar ekonomi masyarakat tetap berputar.

“Melalui produk ini, saya ingin ekonomi tetap hidup, dari petani sampai ibu-ibu yang bekerja di dapur produksi,” ujarnya.

Pondok Mado saat ini memproduksi keripik ubi talas, keripik singkong, dan keripik pisang. Seluruh bahan baku diperoleh dari hasil pertanian masyarakat Nagekeo, sehingga memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal yang sebelumnya hanya dijual mentah.

Menurut Yolenta, fokus pada pangan lokal menjadi strategi keberlanjutan usaha karena bahan baku tersedia melimpah dan memiliki ciri khas daerah. Selain meningkatkan pendapatan petani, langkah ini juga memperkuat identitas produk olahan Nagekeo.

Saat ini, Keripik Hidup telah dipasarkan tidak hanya di wilayah Nagekeo, tetapi juga menjangkau sejumlah kabupaten lain hingga Bali. Yolenta berharap UMKM Pondok Mado dapat terus berkembang dan menjadi contoh penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....