Ekspor Perikanan Melalui Entikong Tembus Rp131,6 Miliar

  • 16 Jul 2026 17:40 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Nilai ekspor produk perikanan melalui Entikong, Kabupaten Sanggau, mencapai Rp131,6 miliar sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026. Capaian tersebut mempertegas peran kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di wilayah Entikong Kalimantan Barat, sebagai salah satu jalur strategis perdagangan komoditas perikanan nasional.

Kepala Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Wilayah Kerja Entikong, Miharjo mengungkapkan hingga 15 Juli 2026 telah diterbitkan 359 Health Certificate (HC) dengan total volume ekspor mencapai 1.098,42 ton. Produk perikanan yang diekspor didominasi hasil budidaya dan perikanan tangkap yang dipasarkan ke Malaysia.

"Sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026, nilai ekspor produk perikanan melalui Entikong mencapai sekitar Rp131,6 miliar. Angka ini menunjukkan potensi besar kawasan perbatasan sebagai pintu ekspor produk perikanan Indonesia yang berdaya saing," kata Miharjo di Entikong, Kamis 16 Juli 2026.

Ia menjelaskan, peningkatan nilai ekspor melalui jalur perbatasan Kalimantan Barat di Entikong menunjukkan kepercayaan pasar internasional terhadap mutu produk perikanan Indonesia terus menguat. Menurutnya, setiap komoditas yang diekspor telah melalui proses pemeriksaan mutu, keamanan pangan, dan ketertelusuran sesuai standar yang dipersyaratkan negara tujuan.

Miharjo menyebut, komoditas yang paling banyak diekspor meliputi ikan hidup, ikan segar, ikan beku, udang, kepiting bakau, serta berbagai produk olahan perikanan. Seluruh komoditas wajib memenuhi persyaratan sertifikasi kesehatan ikan sebelum memperoleh izin pengiriman ke luar negeri.

Disampaikannya, BPPMHKP Entikong terus mempercepat layanan sertifikasi melalui sistem digital dan pendampingan kepada pelaku usaha. Langkah tersebut dilakukan agar proses ekspor semakin efisien tanpa mengurangi standar pengawasan mutu dan keamanan pangan.

"Kami ingin pelaku usaha memperoleh pelayanan yang cepat, tetapi tetap menjamin kualitas produk yang diekspor. Kepercayaan negara tujuan hanya dapat dipertahankan apabila mutu produk selalu terjaga," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....