HIPMI NTB Gelar Forum Bisnis, Ajak Pengusaha Muda Lebih Adaptif dan Inovatif

  • 13 Mei 2026 06:28 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.OD, Mataram — Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Forum Bisnis Daerah HIPMI NTB 2026 selama dua hari, 12–13 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pengusaha muda untuk memperluas pengetahuan, jejaring, dan akses bisnis di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.

Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia NTB mengatakan forum bisnis tersebut dirancang untuk membahas berbagai potensi usaha yang dapat dikembangkan para pelaku usaha di daerah.

“Hari ini kita kegiatan Forum Bisnis Daerah. Jadi forum bisnis HIPMI NTB 2026 ini sebenarnya ingin membahas potensi-potensi bisnis yang ada di NTB,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan diisi dengan HIPMI Talk atau dialog bersama calon ketua umum HIPMI pusat, Ade Jonatyo, serta sesi bersama Bursa Efek Indonesia mengenai peluang perusahaan daerah untuk melantai di bursa melalui skema Initial Public Offering (IPO).

“Nah, berikutnya ada IDX IPO di Bursa Efek. Bagaimana cara perusahaan bisa IPO atau menjadi perusahaan terbuka (Tbk),” katanya.

Menurutnya, forum bisnis tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak akses pengetahuan dan peluang usaha, baik bagi anggota HIPMI maupun pelaku usaha di luar organisasi. “Kita berharap kegiatan ini bisa membuka lebih banyak knowledge dan akses. Jadi potensi-potensi yang ada di teman-teman HIPMI NTB maupun di luar HIPMI bisa dimaksimalkan sesuai bisnis yang ada,” ucapnya.

Ia menilai kondisi ekonomi saat ini memang memberi dampak bagi sejumlah sektor usaha, terutama akibat isu global seperti perang dan kenaikan harga minyak yang memengaruhi sektor transportasi. Namun, para pengusaha dituntut tetap bertahan dan beradaptasi.

“Memang ada beberapa segmen usaha yang terdampak, terutama transportasi. Tapi di balik semua ini kita harus survive dan adaptif. Kami coba dorong peluang-peluang usaha lain selain usaha yang sudah ada,” katanya.

Meski demikian, ia menyebut sejumlah kebijakan pemerintah dinilai cukup membantu sektor riil dan pelaku usaha kecil. Salah satunya melalui kebijakan yang mendorong keterlibatan UMKM dalam rantai pasok program pemerintah.

“Sekarang satu dapur kebijakan harus melibatkan UMKM. Jadi pelaku usaha kecil pun harus terserap. Itu perubahan yang sangat luar biasa dan kami coba kawal serta dukung,” ujarnya.

Di sisi lain, HIPMI NTB melihat minat generasi muda untuk menjadi pengusaha terus meningkat, terutama dengan berkembangnya teknologi digital dan ekonomi kreatif.

“Hari ini justru Gen Z lebih senang menjadi pengusaha. Mereka memainkan teknologi dan digitalisasi. Ini era yang sangat bagus untuk anak muda menjadi pengusaha,” katanya.

HIPMI NTB juga menyoroti masih rendahnya literasi masyarakat terhadap investasi pasar modal. Karena itu, forum bisnis tersebut turut menghadirkan edukasi mengenai investasi saham dan pengembangan perusahaan menuju perusahaan terbuka.

“Kami ingin memberikan pemahaman bagaimana memilah saham-saham yang bagus, blue chip, dan sebagainya. Kita juga ingin mendorong ada perusahaan dari NTB yang bisa menjadi perusahaan Tbk dan tercatat di Bursa Efek Indonesia,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....