Longsor Mengancam Kantor Desa Batnes dan Jalan Umum

  • 14 Mei 2026 17:58 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Hujan dengan intensitas yang tinggi dalam sepekan yang melanda wilayah Kabupaten TTU khususnya Kecamatan Musi, Desa Batnes menyebakan longsor. Bencana longsor terjadi di belakang kantor desa Batnes pada tanggal 14 Mei 2026 pada pukul 06.00 WITA. Hal ini disampaikan oleh Ketua BPD Desa Batnes Yosep Suni via pesan WhatsApp.

Menurut Yosep bahwa, longsor tersebut mengancam kantor desa Batnes karena panjangnya mencapai 30 meter dan telah mencapai fondasi kantor tersebut.

"Saat ini air hujan terus merembes dan tanah di sekitar kantor desa Batnes juga tidak stabil karena kontur tanahnya adalah tanah liat. Saat bersamaan, pepohonan di area tersebut juga terus bergeser sehingga membahayakan fasilitas kantor Desa. Apabila hujan terus menerus dipastikan longsor akan terus meluas dan mengancam jalan penghubung perbatasan RI-RDTL ke Kota Kefamenanu. Selain itu, menghambat jalur ke Kecamatan Bikomi Nilulat dan ke jalur jalan nasional yang hanya berjarak 30 meter dari badan jalan", ujar Yosep.

Sementara Plt BPBD TTU, Velismino Asqeli secara terpisah menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim telah mendatangi lokasi longsor tersebut setelah mendapat laporan Kepala Desa Batnes maupun Camat Musi. Jadi benar longsor itu akibat hujan lebat yang terus menerus sehingga mengancam fasilitas pemerintah "Kantor Desa Batnes", kata Velismino.

Langkah yang diambil BPBD TTU adalah turun ke lokasi longsor dan melakukan pengamatan dari dekat sekaligus mengambil data berupa pengukuran dan foto-foto pada pukul 14.00. Untuk saat ini, longsor tersebut tidak menimbulkan kerugian tetapi perlu penanganan segera karena mengancam fasilitas pemerintah (kantor Desa Batnes) dan makin mendekati jalan umum.

"Sebenarnya longsor tersebut merupakan longsoran susulan yang terjadi pada tahun 2025 dan telah ditangani menggunakan dana desa sebesar Rp 19 000 000. Penanganan longsor itu meliputi pembangunan Bronjong, tetapi kondisi tanah di lokasi tersebut tidak stabil sehingga saat hujan seperti sekarang menyebabkan longsor tambahan dan merusak Bronjong yang telah dibangun. Sehingga BPBD segera melapor ke Bupati TTU. Kami juga akan berkoordinasi dengan tim teknis ( PUPR dan RKPP ) untuk proses penanganan", ujar Velismino (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....