Founder PACE Dorong Anak Muda Peduli Potensi Sejarah Lokal Pacitan

  • 08 Jul 2026 09:19 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Komunitas PACE (Pacitan Cerdas) bersama Departemen Sejarah Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Pelatihan Menulis Reportase Sejarah sebagai upaya meningkatkan literasi sekaligus mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap sejarah dan potensi lokal daerah. Kegiatan yang berlangsung di Dopamin, Pacitan, pada Sabtu (4/7/2026) ini diikuti oleh mahasiswa, pelajar, guru, hingga penulis pemula.

Selama kurang lebih tiga jam, peserta memperoleh pembekalan mengenai metode penelitian sejarah dan teknik penulisan reportase sejarah dari akademisi Universitas Negeri Malang. Selain membahas teknik penulisan, pelatihan juga mengangkat pentingnya etika dalam reportase sejarah lokal.

Founder Komunitas PACE, Gandung Senatama, mengatakan pelatihan tersebut menghadirkan wawasan baru yang sangat relevan dengan potensi sejarah yang dimiliki Kabupaten Pacitan. Menurutnya, materi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi para relawan PACE untuk lebih aktif menggali dan mendokumentasikan kekayaan sejarah daerah.

"Kegiatan kemarin membawa ilmu baru di Komunitas PACE. Ilmu ini sangat berguna ketika melihat potensi yang ada di Kabupaten Pacitan, terutama karena daerah ini memiliki banyak situs sejarah. Harapannya ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi anak-anak muda di PACE," ujar Gandung.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen PACE dalam menghadirkan ruang belajar yang komprehensif dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Menurutnya, kesempatan berdiskusi langsung dengan akademisi memberikan perspektif baru sekaligus memotivasi peserta untuk lebih memahami dinamika sejarah di lingkungan masing-masing.

"Kami ingin kegiatan ini menjadi wadah belajar yang komprehensif bagi para volunteer PACE melalui narasumber yang memang ahli di bidangnya. Selain itu, kami berharap kegiatan ini mampu memberikan motivasi kepada teman-teman agar lebih peka terhadap dinamika sejarah di sekitar mereka," katanya.

Lebih lanjut, Gandung berharap pelatihan serupa dapat terus dikembangkan di Pacitan sehingga semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam upaya pelestarian sejarah lokal melalui karya tulis.

"Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berkembang di Pacitan. Anak-anak muda perlu semakin aware terhadap potensi lokal yang dimiliki daerahnya, sehingga sejarah dan budaya Pacitan dapat terus dilestarikan dan dikenal oleh masyarakat yang lebih luas," pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, Komunitas PACE dan Departemen Sejarah Universitas Negeri Malang berharap lahir lebih banyak penulis muda yang mampu mendokumentasikan sejarah lokal secara bertanggung jawab, sekaligus memperkuat identitas budaya Pacitan melalui karya-karya yang informatif dan mudah dipahami masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....