Tari Walikan Rakit Meriahkan PACE Kaping #5, Angkat Makna Kebersamaan

  • 05 Jun 2026 11:16 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Nuansa budaya dan semangat kebersamaan mewarnai puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-5 Komunitas PACE (Pacitan Cerdas) bertajuk “PACE Kaping #5: Bangkit Berani Berkreasi, Pahlawan Cilik Penuh Prestasi” di SDN Semanten. Dua tarian kolaboratif, yakni Tari Tuah Tampah dan Tari Walikan Rakit, sukses mencuri perhatian para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Dua tarian tersebut merupakan hasil kolaborasi Komunitas PACE, UNESA, dan Sanggar Gage Penariku. Meski hanya dipersiapkan dalam waktu satu hari untuk latihan persiapan penampilan tariannya, namun penampilan para peserta tetap mampu menghadirkan pesan budaya dan nilai kehidupan yang kuat.

Tari Tuah Tampah terinspirasi dari pepatah lama “petuah tampah”, yang mengandung pesan tentang kebijaksanaan manusia dalam memilah dan memilih hal baik dalam kehidupan. Gerakan tari ini menggambarkan proses penyaringan nilai-nilai kehidupan layaknya tampah atau alat tradisional penampi beras yang akrab dalam budaya masyarakat Jawa.

Sementara itu, Tari Walikan Rakit menjadi penampilan unik yang sarat makna kebersamaan. Nama “Walikan Rakit” berasal dari kata “walikan” yang berarti membalik, serta “rakit” yang merujuk pada tikar anyaman tradisional yang disusun terbalik. Tarian ini terinspirasi dari kehidupan masyarakat pedesaan yang lekat dengan tikar sebagai simbol kebersamaan dan ruang berkumpul keluarga.

Melalui gerakan yang enerjik dan kompak, Tari Walikan Rakit menggambarkan semangat, kegembiraan, serta eratnya hubungan antarmanusia. Anyaman tikar yang saling terikat menjadi simbol persatuan dan gotong royong yang terus dijaga dalam kehidupan masyarakat.

Founder PACE, Gandung Senatama mengatakan, perayaan tahun kelima ini menjadi momentum penting untuk memperluas dampak gerakan komunitas yang fokus pada pendidikan inklusif.

“Harapannya tentu bisa berdampak lebih luas lagi dan menjadi program berkelanjutan, tidak berhenti sampai di sini saja,” ujarnya kepada RRI, Jumat (5/6/2026).

Selain pertunjukan seni, PACE juga konsisten memberikan beasiswa kepada pelajar. Tahun ini, bantuan pendidikan diberikan kepada siswa SDN Semanten melalui proses kurasi bersama pihak sekolah berdasarkan latar belakang keluarga dan prestasi siswa.

Puncak perayaan turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan, Efi Suraningsih. Ia mengapresiasi konsistensi PACE dalam menghadirkan kegiatan inspiratif bagi anak-anak di Pacitan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Komunitas PACE yang secara kontinu setiap tahun mengadakan kegiatan yang sangat inspiratif dan bermanfaat untuk anak-anak, khususnya di Kabupaten Pacitan,” ungkapnya.

Rangkaian PACE Kaping #5 berlangsung selama dua hari dan diselenggarakan di empat lokasi berbeda, yakni SD Semanten, TK Semanten, Sanggar Gage Penariku di Pucangsewu, serta Dopamin Cafe. Selain pelatihan tari, kegiatan juga diisi workshop literasi dan penulisan hasil kolaborasi dengan Universitas Negeri Malang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....