Platform Digital Hidupkan Kembali Lagu Daerah

  • 06 Jul 2026 14:35 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Platform digital dinilai menjadi peluang besar untuk menghidupkan kembali lagu daerah agar lebih dikenal generasi muda. Pemanfaatan media sosial secara kreatif diyakini mampu memperluas jangkauan lagu tradisional tanpa menghilangkan identitas budaya yang menjadi ciri khas setiap daerah.

Dosen Pendidikan Musik Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Benni Molo, mengatakan perkembangan teknologi bukan ancaman bagi pelestarian budaya, melainkan ruang baru yang perlu dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, lagu daerah memiliki peluang menjangkau masyarakat nasional bahkan internasional apabila dikemas sesuai karakter generasi digital.

Dalam OBRAS, Sabtu, 27 Juni 2026, Benni menjelaskan tantangan terbesar saat ini adalah rendahnya eksposur lagu daerah dibandingkan musik populer yang setiap hari membanjiri berbagai platform digital. "Lagu daerah sebenarnya tidak kalah menarik. Yang perlu diperkuat adalah cara kita memperkenalkannya agar sesuai dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai budayanya," ujarnya.

Ia menilai konten kreatif seperti video pendek, aransemen baru, tutorial menyanyi, hingga cerita di balik makna sebuah lagu dapat menjadi strategi efektif menarik perhatian anak muda. Menurutnya, modernisasi bukan berarti mengubah identitas lagu daerah, melainkan memperluas ruang apresiasi sehingga semakin banyak masyarakat mengenalnya.

Benni juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara musisi, kreator konten, lembaga pendidikan, komunitas seni, dan pemerintah dalam memperkenalkan lagu daerah di ruang digital. Sinergi tersebut diyakini mampu menghadirkan karya yang tetap berakar pada budaya lokal sekaligus mampu bersaing di tengah industri musik modern.

Sebagai akademisi, ia mendorong mahasiswa untuk mengaransemen kembali lagu daerah dengan sentuhan musik kontemporer tanpa menghilangkan melodi, bahasa, maupun pesan budaya yang terkandung di dalamnya. Pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan kreativitas mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan lagu-lagu tradisional yang mulai jarang dinyanyikan.

Benni mencontohkan karya musisi Nusa Tenggara Timur seperti Ivan Nestorman dan Alfred Gare yang berhasil menghadirkan lagu daerah dengan kemasan modern sehingga lebih mudah diterima berbagai kalangan. Menurutnya, pendekatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Pemanfaatan teknologi digital secara bijak diharapkan mampu menjadikan lagu daerah tidak sekadar bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi identitas yang membanggakan di tengah persaingan industri kreatif. Dengan semakin banyak ruang promosi, lagu daerah berpeluang menjadi wajah budaya Indonesia yang dikenal hingga tingkat global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....