Barong Banyuwangi Bertransformasi Jadi Atraksi Wisata Berkelas

  • 06 Jul 2026 09:33 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Kesenian Barong Banyuwangi terus bertransformasi menjadi atraksi wisata budaya yang lebih berkelas. Melalui konsep pertunjukan teatrikal yang dikemas secara profesional di Agro Wisata Tamansuruh (AWT), Minggu 5 Juli 2026, seni tradisi yang selama ini identik dengan pertunjukan jalanan tampil lebih elegan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang melekat.

Pertunjukan bertajuk "Senja di Agro Wisata Tamansuruh" itu memadukan panorama perbukitan saat matahari terbenam dengan tata lampu panggung yang artistik, iringan gamelan, pawai budaya, hingga atraksi obor. Konsep tersebut menghadirkan pengalaman berbeda bagi ribuan penonton yang memadati kawasan wisata tersebut.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Barong sebagai ikon budaya Banyuwangi sekaligus daya tarik wisata. Pertunjukan yang sebelumnya lebih sering digelar di lingkungan permukiman atau saat hajatan masyarakat kini dikemas menjadi sajian seni yang mampu dinikmati wisatawan dari berbagai daerah.

Kelompok Barong Cempaka Putih menjadi salah satu penampil yang berhasil memukau penonton. Gerak tari yang dinamis berpadu dengan tata panggung terbuka menciptakan suasana dramatis, sementara alunan musik tradisional semakin menghidupkan jalannya pertunjukan.

Pemilihan Agro Wisata Tamansuruh sebagai lokasi pertunjukan juga dinilai strategis. Destinasi tersebut tengah dikembangkan sebagai kawasan wisata terpadu yang menggabungkan keindahan alam, wisata kuliner, aktivitas berkuda, wahana ATV, hingga pertunjukan seni budaya dalam satu kawasan.

Konsep tersebut diharapkan mampu memperpanjang lama kunjungan wisatawan sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi pelaku seni tradisi untuk menampilkan karya mereka dalam kemasan yang lebih menarik dan profesional.

Salah seorang pengunjung asal Kalibaru, Purnomo Aji, mengaku terkesan dengan konsep pertunjukan yang disajikan. Menurutnya, suasana yang dibangun memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pertunjukan Barong yang biasa digelar di lingkungan masyarakat.

"Biasanya saya menonton Barong saat hajatan di jalan atau lapangan kampung. Kali ini suasananya jauh berbeda. Dengan latar perbukitan, permainan lampu yang indah, dan panggung yang tertata, pertunjukannya terasa lebih berkelas. Konsep seperti ini bisa menjadi daya tarik wisata Banyuwangi," ujar Purnomo, Minggu 5 Juli 2026.

Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan seni tradisi tetap memiliki daya tarik kuat ketika dikemas secara kreatif dan mengikuti perkembangan industri pariwisata. Selain menjadi sarana pelestarian budaya, pertunjukan seperti ini juga membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Banyuwangi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....