Seblang Bakungan Sedot Wisatawan Libur Idul Adha

  • 01 Jun 2026 06:01 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Ritual adat “Seblang” yang digelar masyarakat Osing di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Minggu 31 Maret 2026. Tradisi sakral berusia ratusan tahun tersebut menyedot ribuan wisatawan lokal hingga mancanegara yang ingin menyaksikan langsung tarian magis khas Suku Osing.

Seblang Bakungan merupakan ritual sakral yang dibawakan perempuan paruh baya dalam kondisi trance atau tidak sadarkan diri. Pada tahun ini, ritual tersebut dibawakan Isni, 54 tahun, yang untuk ketiga kalinya dipercaya menjadi penari Seblang.

Tradisi kuno itu rutin digelar setiap bulan Dzulhijah atau bulan Haji, tepatnya sepekan setelah Hari Raya Idul Adha. Warga Osing meyakini ritual tersebut sebagai bentuk ikhtiar menjaga keselamatan, kesejahteraan, dan harmoni desa.

Prosesi Seblang diawali dengan kenduri massal di sepanjang jalan lingkungan Bakungan. Sebelum itu, warga terlebih dahulu melaksanakan salat magrib dan salat hajat berjamaah di masjid setempat untuk memanjatkan doa keselamatan bagi desa dan seluruh masyarakat.

Usai salat, warga melanjutkan tradisi ider bumi dengan mengarak oncor atau obor keliling kampung. Suasana semakin khidmat ketika warga menikmati tumpeng dan pecel pithik bersama-sama di bawah cahaya temaram obor.

Puncak ritual terjadi saat penari Seblang memasuki kondisi trance. Dengan mata terpejam, Isni menari mengikuti iringan gending tradisional seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto. Dalam kepercayaan warga, penari Seblang tengah dirasuki roh leluhur saat tarian berlangsung.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi keguyuban masyarakat Osing dalam menjaga tradisi leluhur yang diyakini telah ada sejak 1639 tersebut. Pemkab Banyuwangi, kata Ipuk, akan terus mendukung pelestarian Seblang sebagai identitas budaya daerah.

“Tradisi ini bukan sekadar upaya menjaga warisan leluhur, tapi juga memastikan budaya lokal tetap eksis di tengah modernisasi. Ini juga menjadi ajang memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan warga,” ujar Ipuk, Minggu 31 Maret 2026.

Atraksi budaya yang sarat nuansa mistis tersebut sukses memikat perhatian wisatawan. Salah satunya wisatawan asal Hungaria, Gergo Zalatnai, yang mengaku takjub dengan keunikan tradisi Seblang.

“Unik. Penarinya paruh baya dan sedang kehilangan kesadaran. Sangat tidak lazim, tapi justru ini yang membuat menarik. Saya belum pernah melihat seperti ini di tempat lain,” ujar Gergo.

Di Banyuwangi, tradisi Seblang hanya digelar di dua wilayah basis Suku Osing, yakni di Kelurahan Bakungan dan Desa Olehsari, Kecamatan Glagah. Seblang Bakungan digelar setiap bulan Dzulhijah dengan penari perempuan paruh baya, sedangkan Seblang Olehsari dilaksanakan setelah Idul Fitri dan dibawakan penari muda atau masih belia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....