Hari Mendengarkan Sedunia, Hari Apresiasi untuk Lingkungan Suara
- 17 Jul 2026 09:49 WIB
- Samarinda
RRI. CO.ID, Samarinda - Hari Mendengarkan Sedunia (World Listening Day), saatnya kita mengajak kita untuk berhenti sejenak dan benar-benar mendengarkan dunia di sekitar kita setiap tanggal 18 Juli. Perayaan ini, yang dipelopori oleh World Listening Project, mendorong ekologi akustik dan apresiasi yang lebih dalam terhadap lingkungan suara kita.
Hari Mendengarkan Sedunia jatuh pada tanggal 18 Juli untuk menghormati hari ulang tahun Raymond Murray Schafer, seorang composer, pendidik dan pemerhati lingkungan asal Kanada yang dianggap sebagai pendiri ekologi akustik.
Dilansir dari National Today, Raymond Murray Schafer menciptakan istilah 'lanskap suara' dan mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungan suara mereka, yang menginspirasi Proyek Mendengarkan Dunia (World Listening Project).
Hari Mendengarkan Sedunia didirikan pada tahun 2010, dan setiap tahun hari raya ini memiliki tema khusus yang terkait dengannya. Media sosial resmi World Listening menyebut, tema Hari Mendengarkan Sedunia tahun 2026 adalah "Listening as Practice" (Mendengarkan sebagai Praktik).
Tema tahun ini berfokus pada upaya mengajak kreator, seniman, dan masyarakat untuk menjadikan mendengarkan sebagai praktik artistik dan budaya yang esensial, serta cara untuk memahami lingkungan sekitar kita.
Mendengarkan memang merupakan sebuah seni yang membutuhkan perhatian penuh dan kesabaran dari seseorang, serta bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkannya. Mendengarkan juga bermanfaat bagi pendengar, meningkatkan kemampuan mendengarkan dan mempertajam kesadaran mereka terhadap lingkungan sekitar.
| Baca juga: Hari Hutan Hujan Sedunia, Momentum Jaga Bumi |
Sepenting apa pun indra pendengaran kita, kita seringkali tidak menggunakannya secara efektif, mengabaikan sebagian besar suara dan ucapan, dan tidak benar-benar mendengarkan pesan yang disampaikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....