Stres dan Kemarahan Berkepanjangan Dapat Memengaruhi Sistem Kekebalan Tubuh
- 16 Jul 2026 20:21 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna- Stres dan kemarahan merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tekanan atau situasi yang tidak menyenangkan. Namun, jika berlangsung terus-menerus tanpa dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat memengaruhi fungsi sistem kekebalan tubuh.
Dilansir dari laman Healthline, saat seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh akan memproduksi hormon stres seperti kortisol dalam jumlah lebih tinggi. Kadar kortisol yang terus meningkat dapat mengganggu kerja sel-sel imun sehingga kemampuan tubuh melawan infeksi menjadi berkurang.
Kemarahan yang sering muncul juga dapat memicu peningkatan denyut jantung, tekanan darah, dan pelepasan hormon adrenalin. Jika kondisi ini terjadi berulang dalam waktu lama, tubuh akan bekerja lebih keras dan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke kondisi normal.
Penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh dapat membuat seseorang lebih rentan terserang penyakit. Infeksi saluran pernapasan, flu, hingga proses penyembuhan luka yang lebih lambat merupakan beberapa dampak yang dapat terjadi.
| Baca juga: Tema Hari Kebersihan Tangan Sedunia 2026 |
Selain memengaruhi kesehatan fisik, stres dan kemarahan berkepanjangan juga berdampak pada kesehatan mental. Seseorang dapat mengalami gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, serta kehilangan motivasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Mengelola emosi menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta melatih teknik relaksasi dapat membantu menurunkan tingkat stres.
Berbicara dengan keluarga, teman, atau tenaga profesional juga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengatasi tekanan emosional. Dukungan sosial yang baik terbukti membantu seseorang menghadapi masalah dengan lebih sehat dan tidak memendam emosi terlalu lama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....