Stres Kerja Berkepanjangan Ancam Produktivitas dan Kesehatan Pekerja

  • 09 Jun 2026 06:08 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Stres di tempat kerja kini menjadi salah satu tantangan serius yang dihadapi dunia kerja modern. Melansir dari @prodia_ohi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 12 miliar hari kerja hilang setiap tahunnya akibat depresi dan kecemasan yang berdampak pada menurunnya produktivitas pekerja secara global. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesehatan mental memiliki peran penting dalam menjaga kinerja dan keberlangsungan aktivitas kerja.

Saat seseorang mengalami stres, tubuh secara alami melepaskan hormon kortisol untuk membantu meningkatkan fokus dan kewaspadaan. Dalam kondisi tertentu, hormon ini berfungsi membantu tubuh menghadapi tekanan. Namun, jika stres berlangsung terus-menerus, kadar kortisol yang tinggi justru dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan fisik maupun mental.

Kelebihan hormon kortisol dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan konsentrasi atau brain fog, mudah lupa, serta kelelahan kronis meski telah beristirahat cukup. Selain itu, pekerja juga berisiko mengalami perubahan suasana hati, lebih mudah marah, cemas berlebihan, hingga gangguan tidur yang pada akhirnya memperburuk performa saat bekerja.

Berbagai faktor dapat memicu stres di lingkungan kerja, seperti beban pekerjaan yang berlebihan, tenggat waktu yang menumpuk, konflik dengan rekan kerja atau atasan, serta ketidakjelasan peran dan ekspektasi pekerjaan. Jam kerja yang panjang tanpa waktu pemulihan, minimnya dukungan dari manajemen, dan ketidakseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan juga menjadi penyebab umum meningkatnya tingkat stres pekerja.

Untuk menjaga kadar kortisol tetap seimbang, pekerja disarankan menerapkan pola hidup sehat dan manajemen stres yang baik. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki atau peregangan secara rutin, teknik relaksasi melalui pernapasan dalam dan meditasi, tidur cukup selama 7–8 jam, serta mengambil jeda saat bekerja dapat membantu mengurangi tekanan. Selain itu, menjaga pola makan seimbang, membatasi konsumsi kafein, dan berkonsultasi dengan tenaga profesional apabila stres mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....