Dibalik Gerakan Ayah Antar Anak, Ada Keluarga dengan Cerita Berbeda
- 14 Jul 2026 15:54 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah menjadi salah satu upaya untuk mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Namun, tidak semua anak memiliki kesempatan didampingi langsung oleh ayah karena berbagai kondisi, seperti orang tua yang telah berpisah, ayah bekerja di luar kota, bertugas, maupun telah meninggal dunia. Dalam situasi tersebut, yang terpenting adalah memastikan anak tetap merasa aman, dicintai, dan didukung oleh keluarganya.
Hal itu disampaikan Mamik Dwi Purwaningsih, seorang ibu sekaligus single parent, dalam Program Pro 2 Hitlist RRI Malang. Menurutnya, sejak putrinya masih kecil, ia memilih menjelaskan kondisi keluarganya secara jujur sesuai dengan usia anak tanpa menyalahkan siapa pun.
"Saya memberikan penjelasan sesuai usia anak dengan berusaha jujur kepada dia, tanpa menyalahkan siapa pun. Setiap keluarga berbeda-beda, tetapi bukan berarti anak kehilangan kesempatan untuk tetap bahagia," ujar Mamik saat di wawancarai melalui sambungan telepon oleh RRI Malang. Senin (13/07/2026)
Mamik mengatakan, meski dirinya dan mantan suami telah berpisah, keduanya tetap berupaya menjaga komunikasi demi memenuhi kebutuhan emosional anak. Ia juga memberikan kesempatan kepada putrinya untuk tetap menjalin hubungan dengan sang ayah agar anak tidak merasa kehilangan kasih sayang dari salah satu orang tua.
"Mungkin ayahnya tidak selalu hadir secara langsung, tetapi bukan berarti rasa sayangnya berkurang. Kami tetap berusaha menjadi orang tua untuk dia," katanya.
Menurut Mamik, rasa aman yang diterima anak jauh lebih penting dibandingkan siapa yang mengantarkannya ke sekolah. Dukungan, perhatian, serta komunikasi yang baik akan membantu anak tetap percaya diri menjalani masa sekolah meskipun berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda.
Ia pun mengajak para orang tua yang memiliki kondisi serupa untuk tidak merasa minder dengan adanya Gerakan Ayah Mengantar Anak. Baginya, setiap keluarga memiliki perjalanan hidup masing-masing, namun semua anak tetap berhak tumbuh dengan kasih sayang, dukungan, dan kesempatan yang sama untuk berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....