Mengapa Piala Dunia 2026 Jadi Mesin Uang Terbesar di Dunia Olahraga?
- 13 Jul 2026 13:21 WIB
- Jember
RRI.CO.ID - Jember, Piala Dunia FIFA bukan sekadar ajang mencari juara sepak bola dunia. Di balik pertandingan yang disaksikan miliaran orang, turnamen ini juga menjadi salah satu bisnis olahraga terbesar di dunia dengan perputaran uang mencapai miliaran dolar Amerika Serikat. Edisi Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diperkirakan akan memecahkan berbagai rekor, mulai dari jumlah peserta, penonton, hingga pendapatan komersial.
Dikutip dari Inside.fifa.com, Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan saat menyampaikan laporan keuangan FIFA pada Mei 2024 bahwa Piala Dunia FIFA 2026 akan menghasilkan pendapatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan akan diinvestasikan kembali untuk pengembangan sepak bola di seluruh dunia.
| Baca juga: Peluang Kerja Global 2026 |
Piala Dunia merupakan ajang olahraga paling banyak ditonton di dunia. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, FIFA mencatat sekitar 5 miliar orang berinteraksi atau mengikuti turnamen melalui berbagai platform, sementara final Argentina vs Prancis disaksikan sekitar 1,5 miliar penonton secara global. Besarnya jumlah penonton membuat perusahaan rela menggelontorkan dana sangat besar untuk beriklan dan menjadi sponsor resmi.
Perusahaan-perusahaan global seperti Adidas, Coca-Cola, Visa, Hyundai Motor Company, dan Qatar Airways menjadi mitra resmi FIFA. Sebagai imbalannya, mereka memperoleh hak eksklusif untuk menggunakan logo Piala Dunia dalam promosi serta menjangkau miliaran calon konsumen di seluruh dunia.
Salah satu sumber pemasukan terbesar FIFA berasal dari penjualan hak siar televisi dan platform digital. Stasiun televisi di berbagai negara bersaing mendapatkan lisensi penayangan karena Piala Dunia selalu menghasilkan rating yang sangat tinggi. Nilai hak siar global mencapai miliaran dolar dan menjadi penyumbang terbesar pendapatan FIFA.
Dengan format baru yang melibatkan 48 negara dan 104 pertandingan, Piala Dunia 2026 diperkirakan menarik jutaan wisatawan. Dampaknya tidak hanya dirasakan FIFA, tetapi juga sektor hotel, transportasi, restoran, maskapai penerbangan, UMKM dan industri hiburan. Kota-kota tuan rumah diperkirakan memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya kunjungan wisatawan domestik maupun internasional.
Jersey resmi, bola pertandingan, syal, topi, hingga berbagai suvenir menjadi sumber pendapatan yang tidak kalah besar. Selama berlangsungnya Piala Dunia, jutaan produk resmi terjual ke berbagai negara.
Dalam laporan keuangannya, FIFA memperkirakan siklus komersial 2023–2026 akan menghasilkan pendapatan sekitar 13 miliar dolar AS, meningkat signifikan dibandingkan siklus sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh bertambahnya jumlah peserta, pertandingan, hak siar, sponsor, dan peluang komersial lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....