Al Habib Hasan: Umur adalah Modal Utama Meraih Ridha dan Surga Allah

  • 14 Jul 2026 08:51 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Setiap manusia memiliki modal berharga yang tidak dapat digantikan, yaitu umur. Dalam pandangan Islam, umur bukan sekadar hitungan waktu, melainkan kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk beribadah, meraih ridha-Nya, memperoleh surga, dan menjauhkan diri dari azab neraka.

Pesan tersebut disampaikan Al Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor dalam tausiahnya yang dikutip dari kanal YouTube Al Wafa Tarim, dikutip Selasa 14 Juli 2026. Menurutnya, umur merupakan modal utama yang dimiliki setiap manusia selama hidup di dunia.

"Umur adalah modal yang Allah berikan kepada kita untuk mendapatkan ridha-Nya, surga-Nya, dan keselamatan dari neraka-Nya," ujar Al Habib Hasan.

Ia kemudian mengutip nasihat Al Habib Abdullah Al Haddad yang menyebutkan, umur merupakan modal utama seorang hamba. Sebagaimana seorang pedagang membutuhkan modal untuk menjalankan usahanya, setiap muslim juga membutuhkan modal berupa umur untuk mengumpulkan amal saleh sebagai bekal menuju akhirat.

Menurut Al Habib Hasan, modal setiap orang berbeda-beda. Ada yang diberi umur panjang, ada pula yang lebih singkat. Namun, tidak seorang pun mengetahui berapa lama umur yang masih tersisa. Karena itu, setiap detik yang berlalu sesungguhnya sedang mengurangi modal kehidupan yang telah Allah titipkan.

Ia juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan, rata-rata usia umat Islam berada di antara 60 hingga 70 tahun. Nabi Muhammad SAW sendiri wafat pada usia 63 tahun. Karena itu, manusia tidak seharusnya berangan-angan memiliki umur yang sangat panjang, melainkan memanfaatkan waktu yang ada untuk memperbanyak amal kebajikan.

"Setiap hari umur kita berkurang. Artinya, modal kita juga terus berkurang. Kita sedang melangkah menuju kematian," kata Al Habib Hasan.

Ia menjelaskan, perjalanan hidup manusia ibarat jarum jam yang terus bergerak tanpa pernah berhenti. Demikian pula matahari yang terus terbit dan tenggelam setiap hari. Waktu akan terus berjalan hingga tiba saat yang telah Allah SWT tetapkan sebagai ajal setiap manusia.

Menurutnya, kerugian terbesar adalah menyia-nyiakan waktu yang telah berlalu. Kesempatan yang hilang tidak dapat dibeli kembali maupun diperbaiki. Yang tersisa hanyalah penyesalan ketika seseorang telah menghadap Allah SWT dengan membawa seluruh amal yang pernah diperbuat selama hidupnya.

Karena itu, Al Habib Hasan mengajak umat Islam untuk memanfaatkan umur sebaik-baiknya dengan memperbanyak ibadah, amal saleh, serta berbagai perbuatan yang mendatangkan manfaat bagi sesama. Selama kesempatan masih diberikan, setiap waktu hendaknya diisi dengan amal yang bernilai di sisi Allah SWT.

"Maka gunakan modal ini sebaik-baiknya sebelum modal itu habis," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....