Iraw Tengkayu 2026, Utamakan Potensi Lokal
- 30 Jun 2026 17:27 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN – Persiapan pelaksanaan Iraw Tengkayu 2026 di Kota Tarakan terus dimaksimalkan dengan melibatkan berbagai unsur perangkat daerah. Sejumlah kegiatan fisik dan nonfisik mulai berjalan, terutama di kawasan Pantai Amal yang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan budaya tahunan tersebut.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan, M. Zainuddin Mas’ud A.H, menjelaskan tahapan persiapan saat ini sudah berjalan di lapangan, mulai dari penataan lokasi hingga perbaikan fasilitas pendukung.
“Persiapan fisik maupun nonfisik sudah kita lakukan. Penataan lokasi di kawasan Pantai Amal, kemudian perbaikan fasilitas yang diperlukan juga sudah berjalan. Semua ini kita siapkan agar pelaksanaan Iraw Tengkayu 2026 bisa lebih tertata dan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, kerja bakti massal juga akan dilaksanakan pada akhir pekan ini oleh Dinas Lingkungan Hidup di kawasan Pantai Amal. Selain itu, latihan tari pendukung acara telah dimulai sejak sekitar satu bulan terakhir. Sementara pendaftaran pawai budaya, kendaraan hias, dan pejalan kaki masih dibuka hingga 29 Juni 2026.
Terkait pelaksanaan tahun ini, pemerintah daerah melakukan penyesuaian jadwal dari pola sebelumnya. Jika biasanya Iraw Tengkayu digelar pada Oktober, kali ini kegiatan tersebut dipusatkan Juli. “Pelaksanaan kita geser ke bulan Juli karena pada saat itu anak-anak masih libur sekolah. Selain itu juga untuk memberi ruang bagi daerah lain agar bisa hadir tanpa berbenturan dengan agenda masing-masing kabupaten/kota,” kata Zainuddin.
Ia mengungkapkan perubahan jadwal tersebut juga diharapkan dapat memperkuat interaksi antar daerah dalam kegiatan budaya.
“Selama ini kalau sama-sama di bulan Oktober, masing-masing daerah sibuk dengan agenda Iraw-nya sendiri, sehingga kunjungan antar daerah jadi terhambat. Dengan penyesuaian ini, kita membuka ruang saling kunjung, termasuk saat ada kegiatan di daerah lain seperti Malinau,” ujarnya.
Selain penyesuaian jadwal, pelaksanaan Iraw Tengkayu 2026 juga akan dirangkaikan dengan Pekan Kebudayaan Daerah dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan ini menjadi ruang promosi seni, budaya, dan kuliner dari berbagai suku bangsa, khususnya di Kota Tarakan. “Pekan Kebudayaan Daerah ini merupakan kegiatan untuk mempromosikan dan memberdayakan budaya, termasuk seni dan kuliner dari berbagai suku bangsa. Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran budaya di daerah,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga menekankan agar pelaksanaan kegiatan mengutamakan potensi lokal. Dengan pengisi acara diutamakan berasal dari daerah sebagai bentuk pemberdayaan pelaku seni dan budaya setempat.
“Kita dorong pengisi acara dari lokal karena ini menjadi ruang bagi pelaku seni daerah untuk tampil dan berkembang. Masyarakat kita sendiri yang menjadi bagian utama dalam pelaksanaan kegiatan ini,” katanya. (CRZ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....