Hari Kebaya Nasional 2026, Komunitas Perempuan Kebayaan Jember Siapkan Funwalk
- 30 Jun 2026 10:53 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Komunitas Perempuan Kebayaan Jember bersiap menyambut Hari Kebaya Nasional (HKN) 2026 dengan menggelar berbagai kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat luas. Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah Funwalk Berkebaya #2 yang mengusung konsep kebaya kasual dan ramah bagi generasi muda. Rencana kegiatan tersebut dibahas dalam program Obras (Obrolan Komunitas yang Berkualitas) di Pro 1 RRI Jember, Kamis 25 Juni 2026.
Dialog menghadirkan Bunda Dhebora Krisnowati S. selaku pembina komunitas, Jeng Naniek Indah sebagai ketua komunitas, Nieka Kharisma selaku ketua panitia Hari Kebaya Nasional 2026, serta Annisa Nugroho yang bertugas sebagai sekretaris panitia sekaligus desainer fesyen.
Ketua Panitia HKN 2026, Nieka Kharisma, menjelaskan bahwa Hari Kebaya Nasional diperingati setiap 24 Juli berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023. Tahun ini menjadi peringatan ketiga yang dirayakan secara nasional oleh komunitas pecinta kebaya di berbagai daerah.
Untuk memeriahkan momentum tersebut, Komunitas Perempuan Kebayaan Jember akan menggelar Funwalk Berkebaya #2 pada Minggu, 19 Juli 2026 mulai pukul 06.00 WIB di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember.
"Kami ingin menunjukkan bahwa kebaya bukan hanya busana formal. Kebaya bisa dikenakan secara santai, nyaman, dan tetap menarik untuk berbagai aktivitas, termasuk olahraga ringan seperti jalan santai," ujar Nieka dalam dialog.
Kegiatan tahun ini mengangkat tema "Rajutan Kasih dalam Bingkai Budaya Nusantara". Berbeda dengan konsep kebaya formal pada umumnya, peserta diajak memadukan kebaya dengan sepatu olahraga atau sneakers sebagai simbol bahwa kebaya mampu beradaptasi dengan gaya hidup modern.
Ketua Komunitas Perempuan Kebayaan Jember, Jeng Naniek Indah, mengatakan bahwa pendekatan tersebut sengaja dipilih untuk mendekatkan kebaya kepada generasi muda.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap kebaya sebagai busana yang rumit dan hanya cocok digunakan pada acara resmi. Padahal, kebaya memiliki banyak model yang fleksibel dan dapat digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Selain jalan santai, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung seperti pertunjukan Tari Lahbako yang akan dibawakan puluhan anggota komunitas, penampilan angklung, edukasi budaya, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Untuk mendukung pelaku usaha lokal, panitia turut menyediakan area khusus UMKM kuliner serta program garage sale kebaya layak pakai milik anggota komunitas. Kebaya yang dijual dibanderol dengan harga terjangkau, mulai Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.
"Kami ingin kebaya semakin mudah diakses oleh masyarakat. Karena itu, kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya pendaftaran," kata Nieka.
Sementara itu, Bunda Debora Krisnowati menegaskan bahwa pelestarian kebaya tidak cukup dilakukan saat peringatan tahunan saja. Komunitas terus mengampanyekan gerakan Selasa Berkebaya, yakni ajakan mengenakan kebaya dalam aktivitas sehari-hari sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya bangsa.
Menurutnya, kebaya merupakan bagian dari identitas perempuan Indonesia yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda di tengah derasnya pengaruh budaya global.
Dalam kesempatan tersebut, para narasumber juga memperkenalkan berbagai model kebaya
yang dikenakan. Mulai dari Kebaya Encim atau Kerancang yang memiliki pengaruh budaya peranakan Tionghoa, Kebaya Kutu Baru yang menjadi salah satu model klasik Indonesia, hingga Kebaya Janggan yang identik dengan karakter perempuan Jawa yang anggun dan tegas.
Melalui peringatan Hari Kebaya Nasional 2026, Komunitas Perempuan Kebayaan Jember berharap semakin banyak masyarakat yang bangga mengenakan busana tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Nusantara.
"Kami sudah berkebaya, kamu kapan?" menjadi pesan yang terus digaungkan komunitas untuk mengajak masyarakat ikut melestarikan warisan budaya Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....