Kisah Inspiratif Athiyah: Kemuliaan Surga karena Anak Yatim

  • 26 Jun 2026 09:07 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kisah religi yang menyentuh hati mewarnai mimbar subuh di Kota Malang. Seorang pedagang kaya raya yang jatuh miskin, justru mendapatkan kemuliaan tertinggi di akhir hayatnya hanya karena sepotong pakaian yang ia sedekahkan kepada janda dan anak yatim.

Kisah inspiratif dalam literatur Islam ini dibagikan oleh Ustadz Nur Cholis, SE dalam program acara Cahyaning Ati yang disiarkan langsung melalui Pro 4 RRI Malang pada Jumat (26/6/2026) pagi

Ustadz Nur Cholis menceritakan, tokoh utama dalam kisah ini bernama Athiyah bin Khalaf, seorang mantan saudagar kurma kaya raya di Mesir. Seiring berjalannya waktu, semua kekayaannya habis tak tersisa hingga hanya menyisakan pakaian yang melekat di tubuhnya.

Peristiwa bersejarah itu bermula ketika Athiyah hendak melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Amr Bin Ash pada hari ke-10 bulan Muharram, atau yang dikenal sebagai Hari Asyura. Pada hari itu, masjid dipenuhi jemaah laki-laki maupun wanita yang berkumpul untuk berdoa bersama.

Saat Athiyah sedang khusyuk memohon agar hajatnya dipenuhi, seorang wanita miskin membawa anak-anaknya mendekat dan mengadukan nasibnya.

“Wahai Tuan, semoga engkau bisa meringankan kesulitanku dan bisa memberikan sesuatu yang bisa aku gunakan untuk memenuhi kebutuhan makanan anak-anak ini. Mereka semuanya adalah anak yatim dan tidak memiliki apa-apa,” ujar wanita tersebut seperti tiru Ustadz Nur Cholis.

Mendengar keluh kesah tersebut, Athiyah merasa sangat prihatin. Namun, karena tidak memegang uang sepeser pun, ia memutuskan untuk membawa wanita dan anak-anak yatim tersebut ke rumahnya.

“Mari pergi bersamaku ke rumah, Aku akan memberimu sesuatu,” ajak Athiyah.

Sesampainya di rumah, Athiyah meminta wanita itu menunggu di luar. Ia kemudian masuk, melepas satu-satunya baju layak yang ia kenakan, lalu menggantinya dengan sarung yang sudah lusuh. Dari balik celah pintu, Athiyah menyerahkan baju tersebut untuk sang janda dan anak yatim.

Menerima pemberian berharga itu, sang wanita pun terharu dan memanjatkan doa mendalam untuk Athiyah:

“Semoga Allah memberikan pakaian-pakaian surga kepadamu sehingga engkau tidak butuh kepada orang lain selama hidupmu.”

Malam harinya, setelah lelah berzikir, Athiyah mendapatkan mimpi yang luar biasa. Ia bertemu dengan sesosok bidadari yang kecantikannya tak tertandingi di dunia. Bidadari tersebut membelah sebuah apel yang harum, lalu mengeluarkan pakaian surga yang sangat indah untuk dikenakan kepada Athiyah.

Saat Athiyah bertanya dari mana kemuliaan ini berasal, bidadari yang mengaku bernama 'Asyura' tersebut menjawab bahwa ini adalah balasan atas kebaikannya kepada janda miskin dan anak-anak yatim kemarin.

Terbangun dari tidur, Athiyah mendapati rumahnya dipenuhi aroma yang sangat wangi. Merasa bersyukur, ia langsung mengambil air wudhu dan mendirikan salat sunnah dua rakaat. Di akhir salatnya, Athiyah memanjatkan doa terakhirnya.

“Wahai Tuhanku, jika mimpiku itu benar dan bidadari dalam mimpiku itu adalah istriku di dalam surga, maka matikanlah aku saat ini juga untuk bertemu dengan-Mu,” ucap Athiyah dalam doanya.

Ustadz Nur Cholis menutup tausiyahnya dengan menyampaikan bahwa belum sempat doa tersebut selesai dipanjatkan, Allah SWT langsung mengabulkannya dengan mencabut nyawa Athiyah dalam keadaan husnul khatimah, menjemput ruhnya menuju surga Darussalam.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....