Trik Mengatasi Buah Rambutan Gugur sebelum Matang

  • 25 Jun 2026 15:20 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Pohon rambutan (Nephelium lappaceum) yang mulai berbunga dan memunculkan bakal buah berdompol-dompol tentu menjadi pemandangan yang menggembirakan bagi setiap pemilik kebun. Namun, kegembiraan tersebut sering kali berubah menjadi kekecewaan ketika bakal buah yang masih kecil dan hijau justru rontok secara massal sebelum sempat matang sempurna.

Penyebab paling mendasar dari gugurnya buah rambutan sebelum matang adalah ketidakseimbangan pasokan air dan nutrisi pada tanaman. Fase pengisian buah membutuhkan energi dan cairan yang jauh lebih besar dibandingkan fase vegetatif (pertumbuhan daun). Jika pohon mengalami kekeringan ekstrem atau sebaliknya, tergenang air akibat curah hujan yang terlalu tinggi secara mendadak, tanaman akan mengalami stres fisiologis.

Untuk mengatasi masalah air ini, pengelolaan irigasi yang stabil dan teratur menjadi kunci utama yang tidak boleh diabaikan. Pada musim kemarau atau saat intensitas hujan sangat rendah, penyiraman berkala harus dilakukan secara konsisten pada area perakaran bawah tajuk tanaman, terutama pada pagi atau sore hari.

Dari sisi pemenuhan nutrisi, pohon rambutan yang sedang berbuah memerlukan asupan unsur hara makro dan mikro yang seimbang, khususnya unsur Kalium (K) dan Kalsium (Ca). Unsur Kalium berperan penting dalam proses transportasi karbohidrat ke buah serta memperkuat kualitas dinding sel buah, sedangkan Kalsium berfungsi memperkokoh jaringan tangkai buah agar tidak mudah lepas.

Selain faktor fisiologis dan nutrisi, serangan hama dan penyakit juga menjadi momok utama penyebab buah rambutan berguguran secara prematur. Hama pengorok buah (Conogethes punctiferalis) dan kutu putih sering kali mengisap cairan pada tangkai atau menembus kulit bakal buah untuk bertelur di dalamnya.

Langkah preventif lainnya yang cukup efektif untuk skala kebun rumah tangga atau semi-komersial adalah dengan melakukan penjarangan buah secara manual. Ketika pohon rambutan memproduksi bakal buah yang terlalu lebat dalam satu dompolan, kompetisi internal antar-buah untuk memperebutkan nutrisi akan terjadi sangat ketat.

Keberhasilan mempertahankan buah rambutan hingga merah merekah di pohon memerlukan kejelian dan konsistensi dalam perawatan harian. Kerontokan buah pramatang bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah sinyal bahwa pohon memerlukan perhatian lebih pada aspek pengairan, pemupukan, dan perlindungan tanaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....