Kemauan Belajar Jadi Tantangan ASN Hadapi Transformasi Digital

  • 21 Mei 2026 13:12 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Kemauan belajar dinilai menjadi tantangan terbesar aparatur sipil negara menghadapi perubahan sistem kerja berbasis digital saat ini. Perkembangan teknologi menuntut pegawai pemerintahan terus beradaptasi mengikuti kebutuhan pelayanan publik modern.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sanggau Epsilon Noviastuti, mengatakan perubahan teknologi tidak memandang usia maupun pengalaman aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan. Seluruh pegawai dituntut memiliki kesiapan mempelajari aplikasi baru demi mendukung peningkatan kualitas pelayanan.

“Transformasi digital membutuhkan kemauan belajar karena setiap perubahan sistem kerja menuntut pegawai terus menyesuaikan kemampuan mereka. Usia bukan penghalang selama aparatur memiliki keinginan memahami teknologi untuk mendukung pekerjaannya,” ungkap Noviastuti dalam Program Sanggau Menyapa Pro 1 RRI Sanggau, Kamis 21 Mei 2026.

Ia menjelaskan KPPN Sanggau rutin melaksanakan bimbingan teknis serta pembelajaran digital bagi pegawai maupun satuan kerja. Pendampingan tersebut dilakukan agar seluruh operator mampu mengikuti perkembangan sistem keuangan negara berbasis aplikasi.

“Pegawai harus terus meningkatkan kompetensi supaya tidak tertinggal perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat setiap waktu. Pembelajaran digital juga membantu aparatur memberikan pelayanan lebih efektif dan mempermudah pekerjaan administrasi sehari-hari,” katanya.

Noviastuti menjelaskan pemanfaatan teknologi mampu mengurangi kesalahan administrasi sekaligus mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat dan instansi pemerintah. Penggunaan aplikasi digital juga dinilai lebih efisien dibandingkan sistem manual yang membutuhkan banyak dokumen fisik.

“Perubahan sistem kerja digital harus diimbangi kesiapan aparatur untuk terus belajar dan menyesuaikan kemampuan mereka. Semangat mempelajari teknologi baru menjadi bagian penting menjaga kualitas pelayanan publik pemerintahan,” jelasnya.

Noviastuti berharap aparatur sipil negara terus membuka diri terhadap perkembangan teknologi agar birokrasi pemerintahan semakin modern dan profesional. Adaptasi digital harus diiringi semangat belajar supaya pelayanan publik mampu berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....