Memahami Pentingnya Literasi di Era Digital
- 10 Mei 2026 10:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Informasi kini dapat diakses secara cepat melalui media sosial dan berbagai platform digital. Namun di balik kemudahan itu, muncul persoalan baru yaitu distraksi dan meningkatnya kecemasan pada generasi muda.
Dalam tausiyah Hikmah Pagi di RRI Pro4 Samarinda, Ustaz Rahmatullah menilai derasnya arus informasi tanpa kemampuan literasi yang baik, justru dapat memicu kesehatan mental dan menurunkan kualitas berpikir masyarakat. Banyak orang yang terlalu cepat menerima informasi tanpa proses verifikasi yang mendalam.
Kondisi tersebut diperparah oleh kebiasaan masyarakat yang bergantung pada konten pendek di media sosial. Akibatnya kemampuan membaca panjang dan berpikir kritis mulai menurun.
“Kecepatan informasi itu harus kita waspadai. Tidak semua yang cepat berdampak baik bagi kehidupan kita,” ujar Ustaz Rahmatullah, dikutip Minggu, 10 Mei 2026.
Fenomena generasi cemas tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi perhatian dunia. Ustaz Rahmatullah mengutip pemikiran psikolog Jonathan Haidt yang menyebut penggunaan gawai berlebihan pada anak, dapat meningkatkan kecemasan dan mengurangi kemampuan berpikir mendalam.
Islam sejak awal telah memberikan solusi melalui perintah membaca dalam ayat pertama Al-Qur’an. Konsep iqra tidak hanya dimaknai sebagai membaca tulisan, tetapi juga membaca realitas sosial dan menjadi ilmu yang bermanfaat.
“Allah pertama kali memerintahkan manusia untuk membaca. Artinya pendidikan dan literasi menjadi fondasi penting dalam kehidupan,” katanya. Ia juga mengingatkan budaya membaca harus kembali diperkuat di era modern. Bangsa yang maju lahir dari masyarakat yang memiliki literasi tinggi dan mampu menghasilkan karya.
Ustaz Rahmatullah berharap generasi muda tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menelaah dan menuliskan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan bukan sumber distraksi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....