Tiga Sikap Penghambat Peradaban Menurut Perspektif Keagamaan
- 05 Mei 2026 10:48 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID,Entikong - Perkembangan peradaban manusia tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas moral dan spiritual masyarakat. Nilai etika menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan sosial di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks.
“Ketika seseorang terlalu mencintai hartanya hingga enggan berbagi, maka ketimpangan sosial akan semakin melebar,” ungkap Fatkhur Rohman, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Sanggau, dalam Obrolan Mutiara Pagi RRI Sanggau, Selasa 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sikap pelit dan kikir dinilai dapat melemahkan solidaritas sosial serta menghambat terciptanya keadilan dalam masyarakat. Kondisi ini semakin relevan di era modern ketika kesenjangan ekonomi masih menjadi isu yang terus dibahas.
“Selain itu, manusia yang hanya mengikuti hawa nafsu cenderung mengabaikan batasan moral dan aturan yang ada,” ujarnya.
Selain itu kata Fatkhur, mengikuti hawa nafsu disebut sebagai salah satu faktor yang dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat. Hal ini karena tindakan yang tidak terkendali sering kali mengabaikan nilai kebaikan dan tanggung jawab sosial.
“Rasa kagum yang berlebihan pada diri sendiri dapat melahirkan kesombongan dan menutup pintu perbaikan diri,” ucapnya.
Ketiga sikap tersebut, kata Fatkhur, yakni pelit, mengikuti hawa nafsu, dan kagum berlebihan pada diri sendiri, harus dihindari demi terciptanya peradaban yang sehat. Dengan menumbuhkan sikap dermawan, pengendalian diri, dan kerendahan hati, masyarakat diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih harmonis dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....