Mengenal Hari Multilateralisme dan Diplomasi untuk Perdamaian Internasional

  • 22 Apr 2026 19:02 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Hari Multilateralisme dan Diplomasi untuk Perdamaian Internasional diperingati setiap tahun pada tanggal 24 April. Peringatan ini mempromosikan penggunaan diplomasi dan pengambilan keputusan kolektif atas konflik untuk menyelesaikan tantangan global, dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip perdamaian, keamanan, dan hak asasi manusia yang tercantum dalam Piagam PBB.

Melansir dari situs resmi PBB, Hari Multilateralisme dan Diplomasi untuk Perdamaian Internasional ditetapkan secara resmi oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 12 Desember 2018 melalui resolusi A/RES/73/127. Penetapan ini dilakukan melalui pemungutan suara, tercatat dengan 144 suara mendukung dan 2 suara menentang.

Melalui resolusi ini, Majelis Umum PBB mengundang semua Negara Anggota, pengamat, dan organisasi dibawah naungan PBB untuk merayakan peringatan ini. PBB ingin perayaan ini menjadi sarana untuk menyebarluaskan manfaat multilateralisme dan diplomasi untuk perdamaian, termasuk melalui kegiatan pendidikan dan peningkatan kesadaran publik.

Sebelumnya, komitmen terhadap multilateralisme dan perdamaian serta keamanan internasional ditegaskan oleh sebagian besar pemimpin dunia dalam Debat Umum pada September 2018. Komitmen ini juga diperkuat dalam diskusi selama Dialog Tingkat Tinggi tentang Memperbarui Komitmen terhadap Multilateralisme pada 31 Oktober 2018.

Piagam PBB menyatakan bahwa salah satu tujuan dan prinsip PBB adalah komitmen untuk menyelesaikan sengketa melalui cara damai dan tekad untuk melindungi generasi mendatang dari bencana perang. Namun, pencegahan konflik tetap menjadi aspek yang relatif kurang dipublikasikan dari pekerjaan PBB.

Sementara itu, penggunaan diplomasi yang paling efisien dan diinginkan adalah untuk meredakan ketegangan sebelum berujung pada konflik, atau, jika konflik terjadi, untuk bertindak cepat untuk menahannya dan menyelesaikan penyebab yang mendasarinya. Diplomasi preventif sangat penting dalam mendukung upaya PBB untuk membantu penyelesaian sengketa secara damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....