Mengenal Hari Kesadaran Kekerasan terhadap Lansia Sedunia Setiap 15 Juni
- 14 Jun 2026 05:00 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Hari Kesadaran Kekerasan terhadap Lansia Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 15 Juni. Peringatan ini bertujuan untuk menyuarakan penentangan global terhadap kekerasan dan pengabaian terhadap orang lanjut usia.
Melansir dari situs resmi PBB, Hari Kesadaran Kekerasan terhadap Lansia Sedunia diprakarsai oleh International Network for the Prevention of Elder Abuse (INPEA) pada tahun 2006. Peringatan ini kemudian ditetapkan secara resmi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2011 melalui resolusi A/RES/66/127. Resolusi ini mengajak semua Negara Anggota, organisasi sistem PBB dan organisasi internasional dan regional lainnya, serta masyarakat sipil, termasuk organisasi non-pemerintah dan individu untuk memperingati hari ini dengan cara yang tepat.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, kekerasan terhadap lansia dapat didefinisikan sebagai "suatu tindakan tunggal, atau berulang, atau kurangnya tindakan yang tepat, yang terjadi dalam hubungan apa pun, di mana ada harapan akan kepercayaan, yang menyebabkan kerugian atau penderitaan pada orang lanjut usia." Kekerasan terhadap lansia dapat mengambil berbagai bentuk seperti kekerasan fisik, psikologis atau emosional, seksual, dan finansial. Hal ini juga dapat merupakan akibat dari pengabaian yang disengaja atau tidak disengaja.
Di banyak bagian dunia, kekerasan terhadap lansia terjadi tanpa banyak pengakuan atau tanggapan. Hingga baru-baru ini, masalah sosial yang serius ini tersembunyi dari pandangan publik dan sebagian besar dianggap sebagai masalah pribadi.
Bahkan hingga saat ini, kekerasan terhadap lansia terus menjadi tabu, sebagian besar diremehkan dan diabaikan oleh masyarakat di seluruh dunia. Namun, bukti yang terkumpul menunjukkan bahwa kekerasan terhadap lansia merupakan masalah kesehatan masyarakat dan sosial yang penting.
Tema hari Kesadaran Kekerasan terhadap Lansia Sedunia Adalah “Beyond Awareness: Making Elder Abuse Prevention Work”. Peringatan tahun ini akan dipusatkan di Markas Besar PBB di New York, bersamaan dengan pertemuan internasional besar tentang hak-hak penyandang disabilitas.
Seiring bertambahnya usia populasi, semakin banyak penyandang disabilitas yang menua, dan banyak lansia yang mengalami disabilitas di kemudian hari. Tumpang tindih ini menuntut koordinasi yang lebih erat antara upaya-upaya terkait penuaan dan disabilitas, terutama di bidang-bidang seperti perlindungan, perawatan, dan dukungan berbasis komunitas, yang semuanya penting untuk mengatasi kekerasan terhadap lansia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....