Kunci Damai Harmoni Kehidupan Rumah Tangga dalam Perspektif Islam

  • 15 Apr 2026 09:01 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Konsep “rumahku surgaku” kembali ditekankan sebagai fondasi penting dalam menciptakan kedamaian rumah tangga di tengah kehidupan modern yang semakin kompleks. Keharmonisan keluarga tidak hanya diukur dari aspek materi, tetapi juga dari kedekatan spiritual kepada Allah SWT yang menjadi sumber utama ketenangan hidup.

Penghulu KUA Kecamatan Tayan Hulu Kantor Kemenag Kabupaten Sanggau, Khoiruman Azka Romadhon, menyampaikan bahwa membangun rumah tangga harus berlandaskan visi ibadah kepada Allah SWT. Menurutnya, kehidupan yang diarahkan untuk beribadah akan melahirkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

“Segala rahasia dalam rumah tangga berasal dari Allah, maka dekatilah pemiliknya, dengan mendekatkan diri kepada Allah, setiap permasalahan akan terasa lebih ringan", ungkap Khoiruman dalam Obrolan Mutiara Pagi RRi Sanggau, Rabu 15 april 2026.

Ia menjelaskan bahwa sakinah merupakan ketenangan jiwa yang lahir dari kedekatan kepada Allah, mawaddah adalah kecukupan rezeki yang membawa kebahagiaan, sedangkan warahmah menjadi perekat dalam menyatukan perbedaan dalam rumah tangga. Ketiganya harus ditanamkan sejak awal sebagai prinsip utama kehidupan keluarga, pentingnya merenungkan hakikat penciptaan manusia oleh Allah SWT sebagai solusi atas berbagai persoalan hidup.

“Sakinah, mawaddah, dan warahmah adalah fondasi rumah tangga yang lahir dari kedekatan kepada Allah serta menjadi solusi dalam menghadapi persoalan hidup," ujarnya.

Khoiruman menambahkan, ketenangan atau tumakninah lahir dari ibadah yang dilakukan dengan khusyuk, memperbanyak dzikir, menghidupkan sholat, serta meningkatkan ketakwaan, seseorang akan merasakan ketenangan dalam hati dan rumah tangga pun menjadi lebih harmonis serta terjaga. Dalam praktiknya, membangun keluarga yang damai juga memerlukan sikap saling menghormati dan kasih sayang.

Selain itu, terdapat tiga “pagar” penting dalam menjaga keutuhan keluarga, yakni menjaga lisan, memperkuat ibadah seperti membaca Al-Qur’an, serta memastikan harta yang diperoleh berasal dari sumber yang halal. Ketiga hal ini menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

“Tumakninah lahir dari ibadah khusyuk, dzikir, dan ketakwaan, diperkuat sikap saling menghormati serta tiga pagar utama: menjaga lisan, ibadah, dan harta halal," katanya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....