Menjaga Semangat Taqwa Umat Muslim Pasca Ramadan

  • 02 Apr 2026 14:14 WIB
  •  Malang
Poin Utama
  • Ramadan menjadi momentum membangun kebiasaan ibadah dan memperkuat syiar Islam.
  • Tujuan utama puasa adalah mencapai derajat taqwa sebagai bekal kehidupan.
  • Taqwa memiliki empat ciri utama: takut melanggar perintah Allah, beramal baik, bersikap qanaah, dan mempersiapkan diri untuk akhirat.

RRI.CO.ID, Malang - Setelah menjalani ibadah selama bulan Ramadan, umat Islam diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai ketaqwaan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Cahyaning Ati yang disiarkan melalui Pro 4 RRI Malang pada Rabu (1/4/2026) dengan menghadirkan narasumber Ustaz Dedi N. Abdullah Tillu, M.PdI.

Dalam pemaparannya, Ustaz Dedi menyampaikan bahwa selama bulan Ramadan umat Islam sangat akrab dengan ayat tentang kewajiban berpuasa yang bertujuan membentuk pribadi yang bertaqwa. Suasana syiar Islam pun terasa semakin kuat, terlihat dari meningkatnya aktivitas keagamaan seperti membaca Al-Qur’an di masjid, berbagi kepada sesama, hingga meningkatnya kualitas ibadah mahdhah.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum penting dalam membangun kebiasaan baik dalam kehidupan umat Islam. Masjid yang biasanya tidak terlalu ramai menjadi lebih hidup dengan berbagai kegiatan ibadah. Semangat menjalankan ibadah juga meningkat, termasuk ibadah yang sebelumnya sering terlewat. Namun, tantangan yang sebenarnya muncul setelah Ramadan berakhir, yaitu bagaimana menjaga semangat tersebut agar tetap terpelihara.

Ustaz Dedi menjelaskan bahwa tujuan utama dari ibadah Ramadan adalah mencapai derajat taqwa. Ia menggambarkan taqwa sebagai “pakaian” bagi seorang muslim yang berfungsi menutup kekurangan sekaligus memperindah kepribadian. Selain itu, taqwa juga menjadi bekal terbaik dalam menjalani kehidupan, sebagaimana manusia memerlukan bekal dalam perjalanan menuju kehidupan akhirat.

Lebih lanjut, ia mengutip pandangan Sayyidina Ali yang menjelaskan bahwa taqwa memiliki empat ciri utama. Pertama, rasa takut melanggar perintah Allah sehingga seseorang selalu berhati-hati dalam bertindak. Kedua, menjalankan amal kebaikan dan menjauhi segala bentuk keburukan. Ketiga, memiliki sikap qanaah atau merasa cukup terhadap apa yang dimiliki meskipun sedikit. Keempat, senantiasa mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.

Di akhir penyampaiannya, Ustaz Dedi menegaskan bahwa berakhirnya Ramadan bukan berarti berakhir pula semangat beribadah. Nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan seharusnya menjadi landasan untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan menjaga hati dalam kehidupan sehari-hari, sehingga capaian taqwa dapat terus terjaga sepanjang waktu. (Mey)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....