Makna Idul Fitri sebagai Hari Kemenangan dan Ampunan
- 27 Mar 2026 19:07 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - RRI.CO.ID, Malang -Idul Fitri bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum spiritual yang sarat makna, sebagai tanda kasih sayang dan kekuasaan Allah SWT kepada hamba-Nya.
Ustazah Djumaati Widi dalam Cahyaning Ati yang disiarkan di Pro4 RRI Malang pada Jumat, (26/3/2026) menjelaskan makna hari raya dapat ditelusuri dalam Al-Qur’an, salah satunya pada Surat Al-Maidah ayat 114, ketika Nabi Isa AS berdoa agar Allah menurunkan hidangan dari langit yang kelak menjadi hari raya bagi umatnya. Hal ini menunjukkan bahwa hari raya merupakan bentuk nikmat dan rezeki dari Allah yang dirasakan bersama, bukan hanya secara pribadi tetapi juga oleh seluruh umat.
"Idul Fitri menjadi hari kemenangan bagi umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan," ungkapnya.
Dalam sebuah riwayat yang dinukil dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda bahwa setelah umat Islam menyelesaikan puasa Ramadan, maka Allah mengampuni dosa-dosa mereka. Bahkan digambarkan adanya panggilan ilahi kepada umat Nabi Muhammad SAW untuk kembali dalam keadaan bersih dari dosa, layaknya seorang hamba yang baru dilahirkan kembali.
Tradisi yang berkembang di masyarakat, seperti kupatan atau lepet, juga memiliki makna filosofis. Ketupat yang berasal dari kata “kalepatan” dalam bahasa Jawa dimaknai sebagai simbol permohonan maaf atas kesalahan. Hal ini memperkuat nilai Idul Fitri sebagai momen saling memaafkan dan mempererat hubungan antarsesama.
Betapa luasnya rahmat Allah, terutama di bulan Ramadan. Disebutkan bahwa Allah membebaskan ratusan ribu hamba dari siksa neraka setiap waktu, bahkan ampunan tersebut bisa datang melalui doa anak atau orang tua. Malam Lailatul Qadar pun menjadi salah satu momentum di mana ampunan Allah terbuka luas bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh memohon.
Ada lima “hari raya” bagi orang mukmin, yaitu hari ketika terhindar dari dosa, hari wafat dalam keadaan beriman, hari melewati jembatan shirathal mustaqim dengan selamat, hari masuk surga, serta hari ketika menghadap Allah SWT. Kelima momen tersebut menjadi puncak kebahagiaan sejati bagi seorang hamba yang beriman.
Ia mengajak umat Islam untuk terus meningkatkan amal kebaikan, seperti bersedekah, menunaikan zakat, serta memperbanyak dzikir di hari raya. Hal ini penting agar nilai-nilai Ramadan tetap terjaga dan Idul Fitri benar-benar menjadi momentum kembali kepada fitrah dengan penuh rahmat dan ampunan dari Allah SWT. (Mey)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....