Kiat Membangun Surga dalam Rumah Tangga

  • 20 Mar 2026 04:43 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Istilah Rumahku Surgaku bukanlah sekadar angan-angan tanpa dasar. Kalimat itu adalah sebuah tujuan kehidupan yang harus direncanakan dengan matang terutama bagi umat Muslim.

Ustaz Ibrahim dari Muhammadiyah Samarinda dalam siaran Dialog Ramadan pada Rabu 11 Maret 2026 mengatakan, kenikmatan surga sebenarnya bisa dirasakan sebagian di dunia melalui keluarga yang harmonis. Hal ini tentunya bisa terwujud dengan persiapan yang matang.

"Ketika kita memulai sesuatu rencana proyeksi maka perlu direncanakan dengan matang. Jangan asal-asal saja. Sama ketika kita nanti kalau memang niatnya berkeinginan untuk masuk surganya Allah, ya dari sekarang harus bersiap diri, harus optimistis, kerja keras," kata Ustaz Ibrahim.

Landasan utama dalam membangun surga di rumah adalah ketenangan jiwa atau nafsul mutmainnah. Ustaz Ibrahim menjelaskan jiwa yang tenang adalah jiwa yang selalu merasa berada dalam perlindungan Allah SWT.

Visualisasi surga dalam Al-Qur'an, seperti yang digambarkan dalam Surah Al-Baqarah, seringkali identik dengan keteduhan dan kejernihan. Ia menekankan, suasana surga ditandai dengan keadaan rumah tangga yang harmonis dan minim kata-kata yang tidak berguna.

"Jika ingin rumah kita terasa seperti di surga, ciptakanlah suasana yang teduh, nyaman, dan hening dari kata-kata dosa atau ucapan yang sia-sia. Meski nikmat dunia terbatas, kita bisa mengadopsi suasana surga ke dalam keseharian kita," ujarnya.

Selain suasana yang tenang, hal penting lainnya dalam rumah tangga adalah kesucian hati dan diri. Al-Qur'an menggambarkan penduduk surga diberikan pasangan-pasangan yang suci (azwajum mutahharah). Hal ini menjadi pengingat bagi setiap pasangan suami istri di dunia untuk selalu menjaga kebersihan hati dari penyakit-penyakit batin.

Gerbang utama menuju rumah tangga yang menyerupai surga bermula dari pemilihan pasangan. Ustaz Ibrahim menyoroti pentingnya kesamaan akidah sebagai syarat mutlak. Memilih pasangan yang seiman bukan sekadar urusan administratif, melainkan fondasi agar visi dan misi ibadah dalam keluarga tetap sejalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....