BPBD Sanggau Perkuat Antisipasi Karhutla Jelang Kemarau Panjang
- 03 Feb 2026 17:39 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID,Entikong - Menyusul meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau terus memperkuat langkah antisipasi di seluruh wilayah kabupaten. Hal tersebut dikemukakan Kristian Hendro, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sanggau, dalam obrolan program kentongan RRI Entikong, Selasa 3 Februari 2026.
Menurut Hendro, kampanye pencegahan karhutla menjadi fokus utama BPBD, khususnya mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan, serta selalu melapor kepada aparat desa atau tim tanggap darurat jika situasi dianggap berisiko tinggi. BPBD juga menyelenggarakan sosialisasi langsung ke komunitas lokal di area rawan kebakaran.
Kristian menjelaskan bahwa kondisi suhu yang meningkat dan curah hujan rendah telah mengakibatkan lahan gambut dan vegetasi menjadi sangat kering sehingga mudah terbakar. Peran aktif masyarakat menjadi kunci untuk sama sama menjaga lingkungan sekitar agar terhindar dari karhutla.
| Baca juga: Langkah Nyata Cegah Banjir di Musim Hujan |
“Kami meminta warga untuk berpikir dua kali sebelum membuka lahan dengan cara pembakaran, karena dampaknya dapat meluas ke kawasan hutan. Jika harus membuka lahan atau ladang,tentu harus dibuat pembatas serta berkoordinasi dengan pihak petugas di desa,” ujarnya.
Lebih lanjut Hendro menyampaikan, BPBD Sanggau tidak bekerja sendiri dalam upaya pencegahan dan mitigasi dilakukan bersinergi dengan instansi terkait seperti TNI, Polri, dan relawan karhutla, termasuk pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang siaga di titik-titik kritis selama musim kemarau. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat respon jika terjadi kejadian darurat di lapangan.
Selain itu, pemerintah kabupaten bersama BPBD juga telah menerima dukungan peralatan dari berbagai lembaga guna memperkuat kemampuan operasional pemadaman kebakaran. Kristian menilai peralatan tambahan ini menjadi salah satu kunci dalam mempercepat penanganan saat terjadi insiden karhutla.
Langkah antisipatif lain yang ditingkatkan adalah patroli dan pemantauan intensif di areal yang sebelumnya pernah mengalami kebakaran serta wilayah gambut rentan api. Monitoring dini ini diharapkan bisa mencegah kobaran api berkembang menjadi kebakaran besar yang sulit dikendalikan.
“Kita butuh partisipasi penuh warga untuk melaporkan asap atau api sekecil apapun. Jangan sampai api sudah meluas,karena sanggat mudah merembet ke tempat lain dan menyebabkan kebakaran yang begitu besar,” ucap Hendro.
Permintaan ini jelas Hendro, sekaligus sebagai upaya mengurangi risiko kabut asap yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Dengan kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan, BPBD Kabupaten Sanggau berharap mampu mengurangi jumlah kejadian karhutla dan meminimalisir dampaknya terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat setempat sepanjang musim kemarau tahun 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....