Puan Pangan Libatkan Perempuan dan Anak Muda Jaga Pangan Lokal

  • 16 Jul 2026 15:20 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende: Gerakan Puan Pangan mendorong keterlibatan perempuan dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan pangan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Ende. Gerakan tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap mulai berkurangnya pemanfaatan pangan lokal di tengah masyarakat.

Project Leader Puan Pangan, Is Beribe, 15 Juli 2026 mengatakan Kabupaten Ende memiliki kekayaan pangan lokal yang melimpah, baik yang dibudidayakan masyarakat maupun yang diperoleh dari hutan sesuai musim. Potensi tersebut dinilai perlu terus dijaga agar tidak hilang seiring perubahan pola konsumsi masyarakat.

"Gerakan Puan Pangan lahir dari perjumpaan kami dengan mama-mama dan anak-anak muda di desa. Kami melihat Ende memiliki kekayaan pangan lokal yang luar biasa dan perlu terus dijaga bersama," kata Is Beribe.

Menurut Is Beribe, perempuan dan generasi muda merupakan dua kelompok yang memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Perempuan berperan sebagai penjaga pengetahuan mengenai pangan lokal, sedangkan anak muda diharapkan menjadi penerus yang melestarikan warisan tersebut.

Ia menjelaskan, semangat gerakan ini juga berakar pada filosofi masyarakat adat Lio yang menempatkan perempuan sebagai penjaga kehidupan. Filosofi "Ine eo jaga ola nao, paga ola nena" mengandung makna bahwa perempuan merupakan penjaga pengetahuan dan nasihat yang baik.

Selain itu, terdapat pula filosofi "Ine tau paga wini, eo paga tuka" yang mengandung makna bahwa perempuan adalah penjaga benih kehidupan. Nilai tersebut menjadi landasan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga keberlanjutan pangan lokal sebagai bagian dari identitas budaya.

Is Beribe meyakini, pemberdayaan perempuan sebagai penjaga pengetahuan dan anak muda sebagai pewaris akan memperkuat Gerakan Puan Pangan di masa depan. Kolaborasi kedua kelompok tersebut diharapkan mampu menghadirkan perubahan positif dalam pelestarian pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

Gerakan Puan Pangan juga diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap pangan tradisional. Dengan demikian, pangan lokal tidak hanya dipandang sebagai sumber konsumsi, tetapi juga sebagai warisan budaya yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....