Bulog Ende Serap Delapan Belas Ton Beras Petani Lokal

  • 15 Jul 2026 17:30 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Perum Bulog Cabang Ende, Nusa Tenggara Timur, telah menyerap 18 ton atau 18.000 kilogram beras milik petani hingga pertengahan Juli 2026. Penyerapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah.

Kepala Bulog Cabang Ende, Rizky Paji, menyampaikan hal itu saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 15 Juli 2026, di Ende. Menurutnya, penyerapan beras merupakan hasil kolaborasi Bulog bersama para penyuluh pertanian dan gabungan kelompok tani di Kabupaten Ende.

Rizky menjelaskan, petani di Kabupaten Ende umumnya menjual hasil panennya dalam bentuk beras, bukan gabah. Karena itu, Bulog melakukan penyerapan beras secara langsung saat musim panen berlangsung di Kecamatan Maurole dan Kecamatan Wewaria, wilayah utara Kabupaten Ende.

Hingga pertengahan Juli 2026, Bulog telah berhasil menyerap sebanyak 18 ton beras dari petani di kedua kecamatan tersebut. Beras yang dibeli kemudian disiapkan untuk memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah yang akan digunakan sesuai kebutuhan nasional maupun daerah.

Menurut Rizky, Bulog tetap menjalankan penugasan pemerintah untuk membeli beras petani dengan harga Rp12.000 per kilogram. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pasar sekaligus menjaga nilai jual hasil panen petani.

"Jadi kalau ada petani yang mau menjual beras ke Bulog, kami siap menerimanya sesuai kriteria dan kualitas yang telah ditetapkan pemerintah, termasuk dengan harga Rp12.000 per kilogram," kata Rizky.

Selain menyerap hasil panen petani lokal, Bulog Cabang Ende juga memperoleh pasokan beras dari Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur. Dukungan tersebut membuat ketersediaan stok beras di gudang Bulog tetap terjaga untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.

Rizky mengimbau masyarakat Kabupaten Ende tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan beras. Menurutnya, stok yang tersedia cukup untuk mendukung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga kebutuhan aparatur sipil negara (ASN).

Saat ini, lanjut Rizky, sebanyak 300 ton beras telah tersedia di gudang Bulog Cabang Ende. Selain itu, sekitar 500 ton beras lainnya siap dibongkar sehingga total persediaan dinilai sangat mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....